MEDAN – Langkah menuju pengalaman akademik berkelas internasional kembali dilakukan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Faperta UMSU). Sebanyak 40 mahasiswa Faperta UMSU dilepas untuk mengikuti Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Internasional dan Student Mobility di Malaysia.
Program tersebut membawa mahasiswa ke dua institusi penting, yakni Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) dan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Bukan sekadar perjalanan akademik, program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung perkembangan teknologi pertanian, membangun jejaring internasional, sekaligus mengasah kemampuan beradaptasi di lingkungan akademik dan profesional global.
Pelepasan 40 mahasiswa itu berlangsung di Aula Fakultas Pertanian UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3, Medan, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut secara langsung diwakili Wakil Rektor UMSU Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Assoc. Prof. Dr. Faisal, M.Hum., atas nama Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd.
Dalam kesempatan itu, Faisal menyampaikan salam sekaligus pesan Rektor UMSU kepada seluruh sivitas akademika Faperta dan mahasiswa peserta program internasional.
“Pak Rektor berkirim salam untuk Bapak, Ibu, dan adik-adik sekalian. Pimpinan universitas berpesan agar kegiatan internasional ini dimaksimalkan dengan baik sebagai sarana penguatan kompetensi,” ujar Faisal.
Menurutnya, kesempatan mengikuti program internasional tidak seharusnya dipandang hanya sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban akademik. Lebih dari itu, mahasiswa memiliki ruang untuk mengaktualisasikan kemampuan sekaligus memperluas cara pandang di tingkat global.
Faisal mendorong mahasiswa memanfaatkan masa belajar di Malaysia untuk menyerap sebanyak mungkin pengetahuan, pengalaman, informasi, hingga perkembangan teknologi pertanian.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk saling menyerap informasi dan teknologi pertanian unggul di Malaysia. Semoga sekembalinya dari sana, kalian dapat menambah predikat Faperta tidak hanya sebagai tempatnya para juara, tetapi pemicu panen juara-juara baru,” katanya.
Belajar Teknologi Pertanian hingga Membawa Pulang Gagasan BaruPesan tersebut menjadi penting karena tantangan dunia pertanian saat ini tidak lagi terbatas pada persoalan produksi. Perkembangan teknologi, inovasi, keberlanjutan, hingga kemampuan mengelola sumber daya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan pertanian.
Karena itu, pengalaman mahasiswa selama berada di MARDI dan UNIMAS diharapkan tidak berhenti ketika program berakhir. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di Malaysia dapat menjadi modal untuk melahirkan gagasan baru ketika mahasiswa kembali ke kampus dan masyarakat.
Faisal juga menegaskan bahwa pengembangan riset dan inovasi di bidang pertanian harus memiliki dampak nyata, terutama bagi masyarakat dan petani.
“Pimpinan universitas terus mendorong lahirnya riset dan inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat kecil. Mahasiswa dan dosen pertanian harus bisa menghadirkan solusi sederhana namun tepat guna bagi para petani kita,” jelasnya.
Dekan Faperta UMSU, Prof. Dr. Ir. Wan Arfiani Barus, M.P., menjelaskan, 40 mahasiswa yang diberangkatkan terbagi dalam dua program internasional. Sebanyak 34 mahasiswa mengikuti PKL Internasional di Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI).
Program tersebut berlangsung pada 13 September hingga 3 Oktober 2026.Sementara itu, enam mahasiswa mengikuti Student Mobility di Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) pada 20 September hingga 10 Oktober 2026.
Bagi Faperta UMSU, program ke MARDI bukanlah kegiatan yang baru. PKL Internasional tersebut telah menjadi agenda tahunan dan pada 2026 memasuki batch ke-4.
Sementara Student Mobility ke UNIMAS memiliki arti khusus karena menjadi momentum bersejarah bagi Faperta UMSU. Program tersebut merupakan implementasi perdana kerja sama Faperta UMSU dengan UNIMAS yang berhasil direalisasikan melalui program mobilitas mahasiswa.
Wan Arfiani menegaskan bahwa pengalaman internasional tersebut dirancang untuk memberikan nilai lebih bagi mahasiswa.
“Pelaksanaan PKL internasional ini bukan sekadar agenda akademik biasa untuk memenuhi SKS semata, melainkan jembatan strategis untuk menguji kompetensi, memperluas jejaring global, dan memperkenalkan budaya kerja profesional berstandar internasional,” ujarnya.
Bagi 40 mahasiswa tersebut, perjalanan ke Malaysia menjadi bagian dari proses panjang membangun kompetensi dan kepercayaan diri. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa identitas Faperta UMSU dalam ruang akademik dan profesional internasional.
MARDI menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat riset dan pengembangan pertanian di Malaysia. Sementara UNIMAS memberikan pengalaman akademik melalui interaksi dengan lingkungan perguruan tinggi di Sarawak.
Pengalaman semacam ini menjadi semakin relevan dengan arah pengembangan UMSU yang terus memperkuat jejaring internasional dan mendorong mahasiswa memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat global.
Dari Malaysia nantinya, mahasiswa diharapkan tidak hanya pulang membawa sertifikat atau pengalaman perjalanan. Mereka diharapkan membawa pengetahuan baru, jejaring baru, perspektif baru, dan gagasan baru yang dapat dikembangkan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Pelepasan mahasiswa ditandai dengan penyematan baju PDH secara simbolis kepada perwakilan peserta PKL Internasional dan Student Mobility.Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Wakil Dekan Faperta UMSU, PIC PKL Internasional dan Student Mobility Dr. Ira Apriyanti dan Riris Nadia Gurning, M.Sc., para Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta jajaran dosen dan sivitas akademika Fakultas Pertanian UMSU.
Program ini sekaligus mempertegas langkah Faperta UMSU dalam membangun pengalaman pembelajaran yang melampaui batas ruang kelas. Dari Medan menuju Malaysia, 40 mahasiswa membawa satu misi yang sama: belajar dari pengalaman global untuk menghadirkan pertanian yang lebih inovatif dan bermanfaat bagi Indonesia.(*)



