Perkuat Wacana Bahasa dan Budaya Melayu Serumpun
MEDAN 🔳 Semangat serumpun Malaysia-Indonesia kembali disemarakkan. Konsulat Jeneral Malaysia di Medan bersama Pusat Kebudayaan Bahasa Melayu UMSU dan Fakulti Ilmu Budaya USU sukses menggelar Program Wacana Bahasa dan Budaya sempena Festival dan Bedah Filem “Puteri Gunung Ledang” pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Dewan Konsulat Jeneral Malaysia, Jalan Diponegoro, Medan.
Acara yang dihadiri sekitar 250 orang mahasiswa, akademisi dan budayawan ini menjadi ruang dialog untuk merawat hubungan bahasa dan budaya Melayu di kedua negara.
Tayang Filem Legenda, Dilanjut Bedah Makna
Rangkaian program dimulai dengan pemutaran filem epik “Puteri Gunung Ledang” karya Mamat Khalid. Filem ini dipilih karena mengangkat nilai kedaulatan, adat, dan jati diri Melayu yang masih relevan hingga hari ini.
Usai tayangan, dilanjutkan sesi apresiasi dan bedah filem. Diskusi dipandu untuk mengupas pesan moral, simbolisme budaya, dan relevansi kisah PGL dengan konteks masyarakat Melayu masa kini.

Wacana: “Malaysia dan Indonesia dalam Bahasa dan Budaya”
Puncak acara adalah Wacana Bahasa dan Budaya bertajuk “Malaysia dan Indonesia dalam Bahasa dan Budaya”.
Hadir sebagai narasumber:
- Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd – Ketua Pusat Kebudayaan Bahasa Melayu, Universiti Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)
- Azhari, M.A, Ketua Program Studi, Fakulti Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sumatera Utara (USU)
Dalam wacana tersebut dibahas persamaan, perbedaan, dan perkembangan bahasa serta budaya Melayu di Malaysia dan Indonesia. Para panelis menekankan pentingnya kolaborasi akademik dan kebudayaan untuk menjaga warisan serumpun agar tidak tergerus zaman.

Kolaborasi Lintas Lembaga
Program ini merupakan hasil kesepakatan rapat 4 pihak pada 30 Juni 2026. Pembagian peran berjalan sinergi:
- Konsulat Jeneral Malaysia di Medan: Menyediakan venue, pemutaran filem, dan jamuan peserta
- Pusat Kebudayaan Bahasa Melayu UMSU: Menyelaras penyertaan mahasiswa UMSU dan menurunkan 1 panelis
- FIB USU: Menyelaras penyertaan mahasiswa lintas jurusan USU dan menurunkan 1 panelis
Konsulat Jeneral Malaysia di Medan menyampaikan apresiasi dan mengharapkan kerjasama ini dapat berlanjut sebagai agenda tahunan untuk mempererat hubungan dua negara melalui jalur budaya dan pendidikan.
Acara ditutup dengan semangat “Berkhidmat Untuk Negara” dan komitmen bersama menjaga bahasa Melayu sebagai jembatan peradaban serumpun. (*)
Penulis: Abdul Aziz, ST




