MEDAN — Empat tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali membawa kabar membanggakan di bidang kewirausahaan. Mereka dinyatakan lolos seleksi dan akan mewakili UMSU dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026, ajang nasional yang mempertemukan mahasiswa wirausaha dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
KMI Expo XVII 2026 akan digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. Keikutsertaan empat tim UMSU menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus menguji daya saing inovasi bisnis mahasiswa di level nasional.
Keempat tim tersebut hadir dengan karakter bisnis yang berbeda. Mulai dari teknologi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI), produk ramah lingkungan, teknologi budidaya perikanan, hingga pengembangan komoditas pangan berbasis jamur.
Keragaman inovasi tersebut menunjukkan bahwa kewirausahaan mahasiswa UMSU tidak hanya berorientasi pada penciptaan produk, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan.
Empat Inovasi, Empat Gagasan Bisnis
Salah satu kontingen UMSU adalah Ruang AnaKu, tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Tim ini mengembangkan platform digital parenting dan maternal health berbasis artificial intelligence (AI).
Ruang AnaKu dirancang sebagai layanan digital yang membantu orang tua melakukan pemantauan masa kehamilan sekaligus mengikuti perkembangan tumbuh kembang anak. Pemanfaatan teknologi AI menjadi kekuatan utama inovasi ini dalam menghadirkan layanan kesehatan dan parenting yang lebih modern serta terintegrasi.
Tim Ruang AnaKu dipimpin Gema Azzahrah, dengan anggota Hambali. Keduanya mendapatkan pendampingan dari Dr. Mutia Arda, S.E., M.Si.
Berikutnya ada NatCool Ecobox, inovasi produk pada bidang industri kreatif tahap awal. Produk ini dikembangkan sebagai wadah penyimpanan ramah lingkungan dengan memanfaatkan material alami.
NatCool Ecobox menawarkan konsep penyimpanan dan pendinginan portabel yang diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan listrik konvensional. Inovasi tersebut sekaligus menggabungkan aspek kreativitas, keberlanjutan lingkungan, dan peluang bisnis.
Tim NatCool Ecobox merupakan bagian dari kontingen mahasiswa P2MW UMSU yang mendapatkan pembinaan melalui Pusat Kewirausahaan, Inovasi dan Inkubasi Bisnis (PUSKIIBI) UMSU.
Inovasi lainnya adalah SmartFish Farm, usaha mahasiswa yang bergerak pada sektor budidaya perikanan tahap bertumbuh. Tim ini mengembangkan sistem budidaya perikanan modern yang mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan kolam.
Konsep kolam pintar tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan sekaligus membantu menjaga kualitas air. Dengan pendekatan berbasis teknologi, SmartFish Farm berupaya menjawab tantangan pengelolaan budidaya ikan agar lebih efisien dan produktif.
Sementara itu, tim keempat menghadirkan Jamuri, inovasi usaha yang bergerak pada budidaya jamur tiram dari sektor hulu hingga hilir.
Jamuri dikembangkan untuk menghasilkan komoditas pangan yang sehat, memiliki nilai ekonomi, sekaligus berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan. Model usaha hulu-hilir yang diterapkan menjadi salah satu kekuatan dalam mengembangkan jamur tiram bukan sekadar sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai peluang bisnis mahasiswa.
Tim Jamuri merupakan kelompok usaha binaan P2MW yang berhasil melewati proses kurasi penilaian kemajuan produk (PKP) tingkat nasional.
Bersiap Menuju Purwokerto
Lolosnya empat tim UMSU dalam KMI Expo XVII 2026 menjadi bagian dari proses panjang pembinaan kewirausahaan mahasiswa. Sebelum tampil di panggung nasional, masing-masing tim harus melalui tahapan pengembangan produk, pendampingan, presentasi, hingga proses kurasi dan penilaian.
Kini, fokus kontingen UMSU beralih pada persiapan menuju Purwokerto. Selain memastikan kesiapan produk, mahasiswa juga dituntut mampu mempresentasikan keunggulan bisnis, menjelaskan model usaha, serta menunjukkan potensi pengembangan produknya di hadapan juri dan calon mitra.
KMI Expo sendiri bukan sekadar ajang kompetisi. Forum ini menjadi ruang pertemuan bagi mahasiswa wirausaha untuk memperluas jejaring, memperkenalkan produk, membuka peluang kolaborasi, serta memperoleh pengalaman langsung dalam ekosistem bisnis nasional.
Rangkaian KMI Expo XVII 2026
Rangkaian utama KMI Expo XVII 2026 berlangsung selama tiga hari, 29 September–1 Oktober 2026, dengan sejumlah agenda yang mempertemukan mahasiswa, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan kewirausahaan.
Tahapan kegiatan diawali pada 27–28 September 2026 melalui registrasi ulang kontingen, pengambilan atribut, serta penataan produk dan gerai pameran.
Kemudian pada 29 September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi atau Opening Ceremony, pembukaan pameran produk wirausaha mahasiswa, serta dimulainya proses penjurian gerai.
Pada 30 September 2026, agenda berlanjut dengan pameran produk, penjurian KMI Award 2026, Business Matching, serta Talkshow/Coaching Bisnis Digital.
Puncak kegiatan dijadwalkan pada 1 Oktober 2026 melalui Seminar Nasional Kewirausahaan, Closing Ceremony, sekaligus pengumuman pemenang penghargaan KMI Award.
Bagi empat tim UMSU, panggung KMI Expo XVII 2026 bukan hanya tentang mengejar penghargaan. Lebih dari itu, ajang nasional tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa gagasan bisnis yang lahir dari lingkungan kampus mampu berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat dan daya saing.
Dari Ruang AnaKu, NatCool Ecobox, SmartFish Farm hingga Jamuri, empat inovasi mahasiswa UMSU akan membawa satu pesan yang sama: kreativitas mahasiswa dapat tumbuh menjadi kekuatan kewirausahaan ketika dipadukan dengan teknologi, pendampingan, keberanian berinovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat.
Kini, langkah mereka mengarah ke Purwokerto. Membawa produk, gagasan, dan semangat UMSU untuk bersaing sekaligus belajar di panggung KMI Expo XVII 2026.(*)




