MEDAN — Tim ASV Fikti Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus mematangkan persiapan menghadapi Final Kompetisi Kapal Indonesia (KKI) 2026. Salah satu tahapan penting dilakukan melalui latihan sistem Autonomous Surface Vehicle (ASV) di Kolam Renang Deli, Senin (24/8/2026).
Latihan ini menjadi bagian dari persiapan intensif tim sebelum bertolak ke Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Riau, yang dijadwalkan menjadi lokasi Final Nasional KKI 2026 pada 14–17 September 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Sebanyak tujuh orang terlibat dalam kegiatan latihan, terdiri atas Ketua SRCC UMSU Dr. Fatimah Sari Siregar, S.Pd., M.Hum., dosen pembimbing Martiano, S.Pd., S.Kom., M.Kom., serta lima mahasiswa yang tergabung dalam tim.
Tim dipimpin Muhammad Raffli dari Program Studi Teknologi Informasi. Ia didampingi Fahmi Fadilah Purba dan Jayyid Jidan Syahputra dari Teknologi Informasi, serta Darrell Raffi Kenzie dan T. Arief Setiawan dari Program Studi Sains Data.
Uji Sistem Autonomous, Pastikan Kapal Stabil
Dalam latihan tersebut, tim fokus menguji sistem autonomous pada kapal. Sistem ini dirancang agar kapal mampu bergerak secara otomatis mengikuti jalur yang telah ditentukan berdasarkan perintah navigasi.
Pengujian dilakukan untuk memastikan sistem mampu bekerja secara stabil sekaligus mengukur tingkat akurasi arah, kestabilan pergerakan, serta respons kapal terhadap perintah navigasi.
Hasil pengujian menunjukkan sistem autonomous telah berhasil diterapkan pada kapal. Meski demikian, tim masih melakukan sejumlah penyesuaian terhadap parameter navigasi dan sistem pengendalian agar performa kapal semakin optimal saat menghadapi kondisi pengujian di lapangan.
Ketua Tim ASV Fikti UMSU, Muhammad Raffli, mengatakan latihan tidak hanya ditujukan untuk memastikan kapal dapat bergerak secara autonomous, tetapi juga memastikan seluruh komponen pendukung bekerja secara terintegrasi.
“Di tahap ini kami tidak hanya mengejar kapal agar bisa berjalan secara autonomous, tetapi juga memastikan setiap sistemnya benar-benar siap digunakan di lapangan. Setiap pengujian menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki akurasi, kestabilan, dan respons kapal sebelum menghadapi Final Nasional KKI 2026,” ujar Muhammad Raffli.

Evaluasi Menjadi Kunci Persiapan Final
Menurut tim, setiap sesi latihan menjadi kesempatan untuk menemukan berbagai kendala yang mungkin muncul ketika kapal diuji di lapangan. Karena itu, pengujian tidak berhenti pada kemampuan kapal untuk bergerak, tetapi juga mencakup evaluasi terhadap sistem navigasi, sensor, dan kontrol kapal.
Data dari setiap pengujian kemudian menjadi bahan evaluasi untuk melakukan penyempurnaan sistem. Langkah tersebut penting agar kapal mampu mengikuti jalur yang ditentukan dengan tingkat presisi dan kestabilan yang lebih baik.
Pendampingan juga diberikan untuk melihat sejauh mana kesiapan mahasiswa sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Ketua SRCC UMSU, Dr. Fatimah Sari Siregar, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada tim agar terus menjaga semangat dan fokus dalam menghadapi Final KKI 2026.
“Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan untuk melihat kesiapan adik-adik sebelum berangkat ke Nasional dan juga memberikan motivasi agar tetap semangat,” kata Fatimah.
Menuju Final KKI 2026
Latihan ASV di Kolam Renang Deli menjadi salah satu tahapan penting bagi Tim ASV Fikti UMSU dalam mempersiapkan diri menuju Final Nasional KKI 2026.
Dengan waktu persiapan yang terus berjalan, tim masih memiliki kesempatan untuk melakukan penyempurnaan pada sistem autonomous, khususnya pada aspek navigasi, sensor, kontrol, akurasi arah, dan kestabilan kapal.
Persiapan tersebut diharapkan mampu membawa Tim ASV Fikti UMSU tampil optimal dan memberikan hasil terbaik pada Final Kompetisi Kapal Indonesia (KKI) 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen UMSU dalam mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan teknologi, inovasi, dan rekayasa sistem autonomous untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi masa depan.(*)




