• BERANDA
  • UNIVERSITAS
  • AKADEMIKA
    • FAI
    • FISIP
    • FAPERTA
    • FAHUM
    • FEB
    • FKIP
    • FATEK
    • FIKTI
    • FKIK
    • SPs
  • LEMBAGA
    • OIF
    • OIC
    • PUSKIIBI
    • SRCC
  • ARTIKEL
    • Dosen Menulis
    • Mahasiswa Menulis
  • PERSYARIKATAN
  • GALERI
Thursday, September 10, 2026
  • Login
Cerdas UMSU
  • BERANDA
  • UNIVERSITAS
  • AKADEMIKA
    • FAI
    • FISIP
    • FAPERTA
    • FAHUM
    • FEB
    • FKIP
    • FATEK
    • FIKTI
    • FKIK
    • SPs
  • LEMBAGA
    • OIF
    • OIC
    • PUSKIIBI
    • SRCC
  • ARTIKEL
    • Dosen Menulis
    • Mahasiswa Menulis
  • PERSYARIKATAN
  • GALERI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • UNIVERSITAS
  • AKADEMIKA
    • FAI
    • FISIP
    • FAPERTA
    • FAHUM
    • FEB
    • FKIP
    • FATEK
    • FIKTI
    • FKIK
    • SPs
  • LEMBAGA
    • OIF
    • OIC
    • PUSKIIBI
    • SRCC
  • ARTIKEL
    • Dosen Menulis
    • Mahasiswa Menulis
  • PERSYARIKATAN
  • GALERI
No Result
View All Result
Cerdas UMSU
No Result
View All Result
Home Persyarikatan

Haedar Nashir Tegaskan Aksi Kemanusiaan Muhammadiyah sebagai Panggilan Jiwa

by Admin Website
August 22, 2026
in Persyarikatan
0
5
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

YOGYAKARTA – Ketika bencana datang, Muhammadiyah tidak menunggu keadaan benar-benar reda untuk bergerak. Sejak gempa besar pertama mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026, jaringan kemanusiaan Muhammadiyah langsung melakukan koordinasi dan menyiapkan langkah tanggap darurat.

Bagi Muhammadiyah, hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah bukan sekadar bagian dari program organisasi. Aksi kemanusiaan tersebut telah menjadi panggilan jiwa, sebuah ikhtiar yang lahir dari nilai kepedulian dan tanggung jawab untuk membantu sesama.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Muhammadiyah akan selalu berusaha hadir ketika masyarakat menghadapi situasi bencana dan membutuhkan pertolongan.

Hal itu disampaikan Haedar dalam agenda Silaturahmi Kementerian Kesehatan dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia, Anggito Abimanyu, di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (21/8).

Menurut Haedar, sejak gempa pertama terjadi di NTT, Muhammadiyah langsung melakukan koordinasi, termasuk dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, guna mempercepat langkah penanganan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

“Sudah jadi panggilan kami kalau ada setiap peristiwa bencana, biarpun tidak kita inginkan, kami lewat MDMC, Lazismu, kemudian Pimpinan Muhammadiyah Daerah setempat itu selalu cepat bergerak untuk bisa meringankan saudara-saudara kita dan sekaligus juga membantu pemerintah setempat untuk ikut meringankan,” ujar Haedar.

Muhammadiyah dan Panggilan untuk Kemanusiaan

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga berbagai bentuk bencana lainnya kerap menempatkan masyarakat dalam situasi sulit. Dalam kondisi seperti itulah jaringan Muhammadiyah berupaya mengambil peran.

Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, serta dukungan Pimpinan Muhammadiyah di berbagai daerah, gerakan kemanusiaan dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan jaringan organisasi yang tersebar hingga ke tingkat akar rumput.

Haedar menegaskan, bencana tentu bukan sesuatu yang diharapkan oleh siapa pun. Namun, ketika musibah terjadi, kepedulian untuk membantu sesama menjadi sebuah panggilan yang tidak bisa diabaikan.

Semangat tersebut, menurutnya, telah menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah selama bertahun-tahun: hadir, bergerak, dan berusaha meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Bagi Muhammadiyah, aksi kemanusiaan tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan dalam situasi darurat. Lebih dari itu, gerakan tersebut merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial dan komitmen untuk menjaga nilai kemanusiaan.

Sinergi Muhammadiyah dan Kemenkes untuk Kesehatan Bangsa

Selain membahas respons terhadap kebencanaan, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan sinergi antara Muhammadiyah dengan Kementerian Kesehatan.

Haedar menjelaskan bahwa hubungan baik yang selama ini terbangun diharapkan tidak hanya memberikan dampak ketika terjadi bencana, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun sistem kesehatan nasional secara berkelanjutan.

Menurutnya, penanganan musibah dan bencana merupakan bagian penting dari kerja kemanusiaan. Namun, tantangan yang lebih besar adalah bagaimana membangun masyarakat Indonesia yang memiliki kualitas kesehatan lebih baik dalam jangka panjang.

“Kalau menangani peristiwa-peristiwa musibah itu bagian yang memang tadi panggilan yang niscaya, yang kita tidak bisa menolaknya. Tetapi jangka panjang kita ingin membangun kesehatan bangsa yang lebih berkualitas,” imbuh Haedar.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa gerakan Muhammadiyah di bidang kesehatan tidak berhenti pada pelayanan saat terjadi krisis. Muhammadiyah juga terus membangun berbagai fasilitas dan layanan kesehatan sebagai bagian dari kontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

125 RS Muhammadiyah-‘Aisyiyah Perkuat Layanan Kesehatan

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner LPS Indonesia, Anggito Abimanyu, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam membantu pemerintah menyehatkan bangsa.

Menurut Anggito, peran Muhammadiyah dalam bidang kesehatan memiliki posisi yang sangat strategis. Salah satu kekuatan pentingnya adalah keberadaan 125 Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah (RSMA) yang turut memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di berbagai daerah. Jaringan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan nasional.

Bagi pemerintah, kata Anggito, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi yang memberikan dukungan dari luar. Muhammadiyah merupakan mitra strategis, bagian dari sistem, sekaligus salah satu pelaku penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, keterlibatan Muhammadiyah dalam pembahasan dan pengambilan kebijakan strategis di bidang kesehatan dinilai memiliki arti penting.

Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan, mempercepat respons terhadap bencana, sekaligus menjangkau masyarakat hingga ke berbagai wilayah.

Dari Bencana hingga Masa Depan Kesehatan Indonesia

Respons cepat terhadap gempa Flores menjadi salah satu gambaran bagaimana jaringan Muhammadiyah bekerja ketika bencana terjadi. Koordinasi dilakukan, relawan digerakkan, dan berbagai elemen organisasi mengambil peran sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Namun, bagi Haedar Nashir, kerja kemanusiaan tidak berhenti setelah masa darurat berakhir. Di balik setiap aksi tanggap bencana, terdapat cita-cita yang lebih besar: membangun kehidupan masyarakat yang lebih kuat, sehat, dan memiliki daya tahan menghadapi berbagai tantangan.

Semangat itulah yang menjadi landasan penting bagi Muhammadiyah untuk terus bergerak bersama pemerintah dan berbagai pihak lainnya. Ketika bencana datang, pertolongan harus segera diberikan. Ketika keadaan mulai pulih, pembangunan kesehatan harus terus diperkuat.

Dan bagi Muhammadiyah, keduanya merupakan bagian dari satu perjalanan yang sama: **menghadirkan kemaslahatan, meringankan penderitaan, serta menjaga harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.(*)

Tags: aksi kemanusiaan Muhammadiyahgempa Flores NTTHaedar NashirKementerian Kesehatanlayanan kesehatan MuhammadiyahLazismuMDMC MuhammadiyahMuhammadiyahRS Muhammadiyah Aisyiyahtanggap darurat bencana
Admin Website

Admin Website

Next Post
Rektor UMSU Lepas 460 Mahasiswa KKN Tematik Literasi 2026 ke 35 Lokasi di Tiga Kabupaten

Rektor UMSU Lepas 460 Mahasiswa KKN Tematik Literasi 2026 ke 35 Lokasi di Tiga Kabupaten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dikunjungi DKPP RI, Fahum UMSU Dukung Penuh Persiapan Sidang Pemeriksaan

Dikunjungi DKPP RI, Fahum UMSU Dukung Penuh Persiapan Sidang Pemeriksaan

1 month ago
85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir

3 days ago

Popular News

  • Mahasiswa Faperta UMSU Menembus Pengalaman Global, Ikuti PKL Internasional dan Student Mobility di Malaysia

    Mahasiswa Faperta UMSU Menembus Pengalaman Global, Ikuti PKL Internasional dan Student Mobility di Malaysia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiprah Dosen UMSU Rimbawati, Sulap Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Warga Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OIF UMSU Perkuat Kolaborasi Astronomi Islam Indonesia-Malaysia melalui International Islamic Astronomy Colloquium

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Tim Wirausaha Mahasiswa UMSU Lolos KMI Expo XVII 2026, Siap Bawa Inovasi ke Panggung Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Toba Team FT UMSU Melaju ke Nasional, Siap Buktikan Kemampuan di Kontes Kapal Indonesia 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Cerdas UMSU

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • BERANDA
  • UNIVERSITAS
  • AKADEMIKA
  • LEMBAGA
  • ARTIKEL
  • PERSYARIKATAN
  • GALERI

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • UNIVERSITAS
  • AKADEMIKA
    • FAI
    • FISIP
    • FAPERTA
    • FAHUM
    • FEB
    • FKIP
    • FATEK
    • FIKTI
    • FKIK
    • SPs
  • LEMBAGA
    • OIF
    • OIC
    • PUSKIIBI
    • SRCC
  • ARTIKEL
    • Dosen Menulis
    • Mahasiswa Menulis
  • PERSYARIKATAN
  • GALERI

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.