MEDAN – Pertemuan mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FEB UMSU) tidak sekadar menjadi ajang kunjungan akademik. Dua perguruan tinggi dari dua negara bertetangga itu membangun ruang perjumpaan yang mempertemukan gagasan, budaya, pengalaman organisasi, hingga peluang pendidikan dalam semangat kepemimpinan global.
Kolaborasi tersebut dikemas melalui program pertukaran budaya dan study exchange bertajuk “Bridging Leadership Across Borders” yang digelar FEB UMSU bersama UUM di Aula FEB UMSU, Medan, Kamis (7/10).
Menggabungkan sharing session bertema Student Organization Management dan kuliah umum, kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan dosen serta mahasiswa dari kedua perguruan tinggi. Dialog yang tercipta tidak hanya membahas pengelolaan organisasi mahasiswa, tetapi juga membuka perspektif baru tentang pentingnya jejaring internasional bagi generasi muda.
Delegasi UUM yang hadir antara lain Senior Lecturer UUM Prof. Madya Ts. Dr. Nurul Azita binti Salleh dan Dr. Nurul Rezuana binti Buyungcara bersama sejumlah mahasiswa. Kehadiran delegasi UUM disambut Wakil Dekan III FEB UMSU Shareza Hafiz, S.E., M.Acc., Kepala Biro Kemitraan dan Kerja Sama Strategis UMSU Ridho Irawan, S.E., M.Si., Ketua Program Studi Manajemen Agus Sani, S.E., M.Sc., serta Sekretaris Program Studi Manajemen Arif Pratama Marpaung, S.E., M.M.
Wakil Dekan III FEB UMSU Shareza Hafiz menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi UUM. Menurutnya, kolaborasi internasional seperti ini menjadi wadah strategis untuk memperluas jejaring mahasiswa sekaligus memperkuat mobilitas akademik lintas negara.
Ia mendorong mahasiswa FEB UMSU agar berani memanfaatkan berbagai peluang internasional yang tersedia, tidak hanya melalui program student exchange, tetapi juga pengabdian masyarakat lintas negara hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktoral.
“Selamat datang dan terima kasih kepada jajaran serta mahasiswa UUM yang telah hadir di FEB UMSU. Melalui program ini, kami mendorong para mahasiswa untuk tidak ragu mengambil kesempatan emas dalam jaringan mobilitas internasional, baik melalui program student exchange, pengabdian masyarakat lintas negara, hingga studi lanjut ke jenjang magister dan doktoral,” ujar Shareza Hafiz.
Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari delegasi UUM. Senior Lecturer UUM Prof. Madya Ts. Dr. Nurul Azita binti Salleh bahkan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa UMSU untuk mengenal lingkungan akademik UUM dan melanjutkan pendidikan di kampus yang berada di Kedah, Malaysia tersebut.
Dalam kuliah umum, ia memaparkan berbagai keunggulan School of Technology Management and Logistics (STML) UUM, khususnya program magister dan doktoral yang menawarkan fleksibilitas riset dengan pendekatan bisnis dan teknologi modern.
“Kami datang ke sini secara khusus untuk menjemput adik-adik mahasiswa UMSU agar berkunjung, berkolaborasi, dan melanjutkan pengajian ke UUM,” katanya.
Menurutnya, sektor bisnis menjadi fondasi penting dalam berbagai bidang sehingga penguasaan pengetahuan, teknologi, kepemimpinan, dan kemampuan membangun jejaring internasional menjadi bekal penting bagi mahasiswa menghadapi perkembangan dunia kerja dan industri.
UUM, lanjutnya, memiliki fasilitas serta skema mobilitas yang dapat mendukung pengembangan potensi akademik mahasiswa, termasuk membuka ruang kolaborasi dalam bidang riset, bisnis, teknologi, maupun pengabdian masyarakat lintas negara.
Tak berhenti pada forum akademik, program “Bridging Leadership Across Borders” juga menjadi ruang pertukaran pengalaman organisasi mahasiswa. Sesi Student Organization Management menghadirkan dialog antara perwakilan organisasi kemahasiswaan UUM dan FEB UMSU.
Dari UUM, sesi tersebut menghadirkan perwakilan MOTIC UUM, Hanis Elyia binti Mohd Yusnor dan Peek Zhen Nan. Sementara dari FEB UMSU tampil perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen, Muhammad Billy Winanta dan Julia Andaresta Damanik.
Dialog berlangsung dinamis dengan membahas pengalaman pengelolaan organisasi, pola komunikasi mahasiswa, kepemimpinan, serta cara membangun organisasi yang mampu menjadi ruang pengembangan potensi generasi muda.
Pertukaran gagasan kemudian berkembang menjadi pertukaran budaya. Mahasiswa UUM dan FEB UMSU menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Malaysia tidak hanya dapat dibangun melalui forum formal, tetapi juga melalui seni, kreativitas, dan interaksi antarmahasiswa.
Mahasiswa UUM menampilkan flashmob yang energik, sementara mahasiswa FEB UMSU menghadirkan penampilan musik kolaboratif. Perbedaan latar budaya justru menjadi kekuatan yang membuat kegiatan semakin hidup dan memperlihatkan kedekatan budaya dua negara serumpun.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kuis interaktif, penyerahan cendera mata, dan foto bersama. Momen tersebut menjadi penanda bahwa program pertukaran budaya UUM dan FEB UMSU tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga membuka jejaring persahabatan dan peluang kolaborasi yang lebih luas.
Melalui program ini, FEB UMSU dan UUM menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi jembatan yang mempertemukan mahasiswa lintas negara. Dari ruang kuliah, organisasi mahasiswa, hingga panggung budaya, “Bridging Leadership Across Borders” menjadi langkah konkret dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang semakin terhubung.
Bagi mahasiswa UMSU, kehadiran delegasi UUM sekaligus menjadi pintu untuk melihat lebih jauh peluang studi, mobilitas internasional, riset, dan kolaborasi akademik di Malaysia. Sementara bagi UUM, kunjungan tersebut memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas ruang interaksi dengan komunitas akademik di Indonesia.
Pertukaran budaya pun akhirnya bukan sekadar tentang mengenalkan perbedaan, melainkan tentang menemukan kesamaan, membangun jejaring, dan menumbuhkan keberanian generasi muda untuk melangkah melampaui batas negara.(*)










