MEDAN – Gelar sarjana bukanlah garis akhir perjalanan akademik, melainkan gerbang awal untuk menghadapi tantangan kehidupan yang sesungguhnya. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya mampu mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Pesan itulah yang ditekankan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Faisal, S.H., M.Hum., kepada para lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSU dalam Yudisium Periode II di Auditorium UMSU, Selasa (20/10/2026).
Menurut Faisal, para lulusan sarjana ekonomi memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Pengetahuan akademik yang telah dipelajari harus mampu diterjemahkan menjadi gagasan, inovasi, dan langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong kemajuan perekonomian.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dekan FEB UMSU, Dr. Radiman, S.E., M.Si., beserta seluruh jajaran dosen yang telah bekerja keras membimbing mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.
Faisal menilai, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama dalam membangun lingkungan akademik yang mampu mendorong mahasiswa berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan belum menjadi ukuran akhir kesuksesan seorang sarjana. Tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika para lulusan memasuki dunia kerja dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Yudisium ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal perjuangan baru. Di tengah masyarakat, para lulusan akan menghadapi pengalaman dan tantangan yang berbeda. Di situlah ilmu yang diperoleh selama kuliah benar-benar diuji, apakah mampu diterapkan dalam kehidupan nyata,” tegas Faisal.
Ia juga mendorong lulusan FEB UMSU untuk mengubah pola pikir dalam memandang masa depan karier. Menurutnya, mencari pekerjaan merupakan pilihan yang wajar, tetapi kemampuan menciptakan lapangan kerja menjadi nilai tambah yang dapat memberikan dampak lebih luas.
“Kami berharap alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis tidak hanya mencari lapangan kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kemanfaatan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting bagi sarjana ekonomi yang memiliki bekal pengetahuan tentang manajemen, akuntansi, ekonomi pembangunan, dan perpajakan. Kompetensi tersebut dapat menjadi modal untuk membangun usaha, mengembangkan potensi daerah, menciptakan inovasi bisnis, hingga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Bagi Faisal, lulusan yang unggul bukan hanya mereka yang berhasil meraih gelar akademik, melainkan mereka yang mampu menunjukkan kualitas diri melalui kompetensi, daya saing, kreativitas, dan kontribusi nyata.
Melalui pesan tersebut, UMSU berharap para alumni FEB mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perubahan, berani mengambil peluang, serta tidak berhenti belajar setelah meninggalkan bangku kuliah.
Sebab, keberhasilan seorang sarjana tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa cepat mendapatkan pekerjaan, tetapi juga oleh seberapa besar kemampuan mereka menciptakan peluang, memberdayakan orang lain, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.(Wira)










