MEDAN – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi membuka kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) Tahun Akademik 2026–2027 Kloter I, Sabtu (17/10/2026), di Auditorium Gedung Rektor UMSU, Jalan Mukhtar Basri, Medan. Diikuti mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UMSU memperkuat pengaderan sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kepada mahasiswa baru.
Wakil Rektor UMSU Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR KMA), Assoc. Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum., mewakili Rektor UMSU Prof Dr Akrim MPd dalam bimbingan dan arahannya menegaskan bahwa BAM tidak sekadar menjadi kegiatan formal, tetapi merupakan proses pembentukan mahasiswa yang memiliki kepribadian Islami dan mampu mengimplementasikan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah dalam kehidupan sehari-hari.
“Mahasiswa UMSU harus memiliki kepribadian Islami. Artinya, tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah tidak hanya dipahami, tetapi juga dicerminkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui kepedulian yang tinggi dan kemauan untuk berbagi,” tegas Faisal.
Menurutnya, keberhasilan pengaderan tidak cukup diukur dari kemampuan mahasiswa memahami materi yang disampaikan instruktur. Lebih penting dari itu, nilai-nilai yang diperoleh harus tercermin dalam perilaku, termasuk kepedulian terhadap teman, lingkungan, dan masyarakat.
Faisal mencontohkan, ketika melihat teman mengalami kesulitan atau seseorang membutuhkan pertolongan, mahasiswa harus hadir membantu, bukan justru menjadikan kejadian tersebut sebagai tontonan atau merekamnya untuk disebarkan di media sosial. Begitu pula dalam persoalan lingkungan, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian dan ikut mendorong masyarakat menjaga kelestarian alam.
“Kita tidak ingin mahasiswa hanya canggih dalam pengajian, tetapi tradisional dalam penerapan. Teorinya luar biasa, tetapi ketika melihat orang kesusahan justru dibiarkan. Harapannya, apa yang diperoleh dalam Baitul Arqam benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti BAM dengan sungguh-sungguh, menyerap materi dari para instruktur, serta aktif berdiskusi mengenai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan memahami ideologi Muhammadiyah secara mendalam dan mampu menerapkannya secara nyata, bukan sekadar mengikuti kebiasaan tanpa memahami landasannya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU, Prof. Dr. Agussani, M.AP., menyampaikan bahwa BAM merupakan bagian strategis dari pendidikan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Program ini menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai, ideologi, dan perjuangan Muhammadiyah kepada mahasiswa yang berasal dari beragam latar belakang.
Agussani menegaskan bahwa UMSU terbuka bagi siapa saja yang ingin memperoleh pendidikan berkualitas. Karena itu, tanggung jawab universitas tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membimbing mahasiswa agar memahami nilai-nilai Muhammadiyah dan mampu berkontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya, setelah mengikuti pendidikan di UMSU, mahasiswa tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga memperoleh pengalaman, pemahaman ideologi, dan nilai-nilai yang dapat diterapkan di tengah masyarakat,” ungkap Agussani.
Ia mengapresiasi pelaksanaan BAM yang tahun ini dikembangkan menjadi dua hari satu malam, lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya yang berlangsung selama satu hari. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan kampus dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, termasuk rumah susun mahasiswa (rusunawa), sehingga proses pembinaan dapat berlangsung lebih intensif.
Menurut Agussani, pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya UMSU memperkuat pembentukan karakter mahasiswa. Ia berharap peserta tidak hanya mengikuti kegiatan hingga selesai, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dan menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan kampus maupun masyarakat.
Pelaksanaan BAM UMSU Tahun Akademik 2026–2027 direncanakan berlangsung dalam 11 kloter dengan target sekitar 6.027 mahasiswa baru. Setiap kloter diperkirakan diikuti sekitar 400 peserta dan seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan selesai sebelum memasuki semester genap.
Pembukaan BAM Kloter I turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan UMSU Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A.; Ketua Badan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (BIM) UMSU Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag.; Dekan FEB UMSU Assoc. Prof. Dr. Radiman, S.E., M.Si.; Wakil Dekan III FKIK UMSU Dr. dr. M. Edy Syahputra Nasution, M.Ked. (ORL-HNS), Sp.THTBKL.; Kepala Biro Kemahasiswaan Abdurrahman Zuhdi, S.I.Kom., M.I.Kom.; serta Anggota BPH UMSU Drs. H. Dalail Ahmad, M.A.
Pembukaan berlangsung interaktif ketika Faisal mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai Muhammadiyah kepada mahasiswa. Peserta yang berhasil menjawab memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk memperluas pengetahuan tentang organisasi tersebut.
Melalui BAM, UMSU berharap mahasiswa baru tidak hanya tumbuh menjadi lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, kepedulian sosial, dan pemahaman keislaman yang kuat. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari sekaligus bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.(*)










