MEDAN – Sebanyak 568 mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FT UMSU) mengikuti Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (MASTA IMM) Pimpinan Komisariat (PK) IMM Fakultas Teknik UMSU Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis, 30 September–1 Oktober 2026, di Gedung G Lantai 7 UMSU ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat dunia akademik, nilai-nilai Muhammadiyah, sekaligus organisasi IMM.
Para peserta merupakan mahasiswa baru dari tiga program studi, yakni Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin. Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Teknik UMSU, mulai dari Dekan FT UMSU Dr Ade Faisal, Wakil Dekan I Dr. Khairul Umurani dan Wakil Dekan III Affandi, ST MT beserta para ketua dan sekretaris program studi, dosen, Kepala Tata Usaha (KTU), serta pengurus dan alumni PK IMM Fakultas Teknik UMSU.
Ketua Umum PK IMM Fakultas Teknik UMSU, Muhammad Irhamna, menjelaskan bahwa MASTA IMM bukan sekadar kegiatan pengenalan organisasi, tetapi menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk memahami nilai, sejarah, gerakan, dan peran IMM di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“MASTA IMM adalah Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yaitu program orientasi atau pengenalan awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal organisasi IMM dan lingkungan kampus di perguruan tinggi Muhammadiyah,” ujar Muhammad Irhamna.
Menurutnya, MASTA IMM memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan nilai-nilai keislaman, semangat keilmuan, kepedulian sosial, serta kepemimpinan.
MASTA juga menjadi langkah awal kaderisasi IMM dengan membuka ruang bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan potensi sekaligus mengambil bagian dalam gerakan kemahasiswaan.
Bagi mahasiswa Fakultas Teknik, proses tersebut dinilai semakin penting karena kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan karakter dan integritas. Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Teknik UMSU, Ir. Ade Faisal, ST., M.Sc., Ph.D., saat memberikan motivasi kepada mahasiswa baru.
“Selamat datang di Fakultas Teknik! Anda semua adalah orang-orang terpilih yang telah berhasil melewati seleksi untuk menuntut ilmu di sini. Menjadi mahasiswa teknik berarti Anda bersiap untuk menjadi problem solver bagi bangsa ini melalui inovasi dan teknologi,” katanya.
Ade Faisal mengingatkan bahwa perkembangan zaman menuntut lulusan teknik tidak hanya unggul secara akademik. Penguasaan ilmu dan teknologi harus disertai integritas, akhlak mulia, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kepemimpinan.
“Di era modern ini, menjadi pintar secara akademik saja tidaklah cukup. Dunia luar membutuhkan sarjana teknik yang tidak hanya menguasai rumus dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, akhlak yang mulia, dan jiwa kepemimpinan,” tegasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa baru memanfaatkan MASTA IMM sebagai kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, nilai-nilai Muhammadiyah, sekaligus membangun relasi positif sejak awal masa perkuliahan.
Pesan tentang pentingnya membangun karakter juga disampaikan alumni Fakultas Teknik UMSU, Edi Saputra, ST., yang saat ini menjadi anggota DPRD Kota Medan. Dalam orasi ilmiahnya, Edi mengajak mahasiswa baru melihat masa kuliah sebagai proses panjang untuk membentuk pribadi yang tangguh.
“Saya berdiri di sini sebagai perwakilan dari alumni. Melihat wajah-wajah kalian, saya seperti melihat cermin beberapa tahun yang lalu—penuh semangat, rasa ingin tahu, sekaligus mungkin sedikit tegang memasuki dunia perkuliahan,” ungkapnya.
Menurut Edi, perjalanan mahasiswa teknik tidak selalu mudah. Perkuliahan akan diisi dengan hitungan, praktikum, laporan, tugas, hingga berbagai tantangan akademik yang membutuhkan ketekunan.
“Menjadi mahasiswa teknik itu luar biasa. Kuliah kita akan dipenuhi dengan hitungan, praktikum, laporan, bahkan mungkin malam-malam tanpa tidur demi menyelesaikan tugas. Kuliah teknik membentuk kita menjadi pribadi yang rasional, solutif, dan tangguh,” ujarnya.
Namun, menurut Edi, kemampuan teknis saja belum cukup untuk membentuk lulusan yang mampu memberikan kontribusi luas kepada masyarakat. Karena itu, IMM memiliki posisi strategis dalam membangun keseimbangan antara keilmuan, kepemimpinan, spiritualitas, dan kepedulian sosial.
“Di sinilah peran IMM menjadi sangat krusial. Kalian tidak hanya diajari menjadi ahli teknologi atau insinyur yang andal, tetapi juga menjadi Kader Teknik yang Religius, Intelektual, dan Humanis,” katanya.
Ia menambahkan, melalui IMM mahasiswa dapat memperkuat keilmuan, kepemimpinan, sekaligus kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi tantangan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Bendahara PC IMM Kota Medan, Khoirul Amru Hasibuan, mengajak mahasiswa baru Fakultas Teknik UMSU tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik di ruang kuliah. Menurutnya, organisasi dapat menjadi ruang penting untuk mengasah potensi, membangun jejaring, serta melatih kepemimpinan.
Ia mendorong mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian MASTA dengan serius, membangun ukhuwah, serta menyerap pengalaman dan pengetahuan dari para instruktur maupun senior IMM.
“Jadikan MASTA ini sebagai langkah awal untuk membentuk karakter kalian. Ikutilah seluruh rangkaian acara dengan serius, jalin ukhuwah, dan serap ilmu sebanyak-banyaknya dari para instruktur dan senior kalian,” pesannya.
Khoirul juga menyampaikan sebuah filosofi yang relevan bagi mahasiswa yang sedang memulai perjalanan akademiknya, bahwa seseorang tidak harus menunggu menjadi hebat untuk memulai sesuatu.
“Kita tidak perlu hebat untuk memulai, tapi memulai untuk menjadi hebat,” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah MASTA IMM FT UMSU 2026. Mahasiswa baru tidak hanya diarahkan untuk menjadi insan yang kompeten di bidang teknik, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki karakter, kepedulian, kemampuan memimpin, serta keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.
Dengan melibatkan pimpinan fakultas, program studi, dosen, pengurus IMM, alumni, dan senior, MASTA IMM FT UMSU 2026 menjadi ruang perjumpaan antara mahasiswa baru dengan lingkungan akademik sekaligus tradisi kaderisasi Muhammadiyah.
Bagi 568 mahasiswa baru Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin, dua hari MASTA bukan sekadar awal mengenal organisasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi langkah pertama untuk membangun perjalanan sebagai mahasiswa teknik yang berilmu, berintegritas, religius, intelektual, humanis, dan siap memberikan solusi melalui ilmu pengetahuan serta teknologi.(*)










