MEDAN – Setelah menempuh perjalanan panjang di bangku kuliah, sebanyak 297 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FIKTI UMSU) resmi mengikuti yudisium periode II Tahun 2026, Jumat (23/10/2026). Bagi para lulusan, momen ini bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan langkah awal memasuki dunia profesional yang terus berubah seiring pesatnya perkembangan teknologi.
Yudisium yang berlangsung di Auditorium Gedung Rektor UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3, Medan, menjadi momentum bagi para lulusan untuk menengok kembali perjalanan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan baru. Gelar sarjana komputer (S.Kom.) yang segera disandang membawa tanggung jawab untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Dekan FIKTI UMSU, Assoc. Prof. Dr. Al-Khowarizmi, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa capaian 297 lulusan pada periode kedua semakin memperkuat catatan kelulusan tepat waktu di lingkungan fakultas. Jika digabungkan dengan lulusan periode pertama, persentase kelulusan tepat waktu FIKTI UMSU telah melampaui 80 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan yang terus dibenahi. Namun, menurut Dr Al-Khowarizmi, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah lulusan maupun kecepatan menyelesaikan studi. Kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja juga menjadi perhatian penting.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah mempercayakan perjalanan pendidikannya kepada FIKTI UMSU selama hampir empat tahun. Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara fakultas dan alumninya tidak berhenti setelah yudisium.
“Tidak ada istilah mantan mahasiswa dan tidak ada istilah mantan dosen. Kami akan tetap membimbing kalian jika diperlukan, baik dalam hal apa pun yang berkaitan dengan pengembangan diri dan masa depan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kelulusan bukanlah akhir hubungan akademik. Alumni tetap menjadi bagian dari keluarga besar fakultas yang diharapkan terus menjaga komunikasi, mengembangkan kemampuan, dan membawa nama baik almamater di mana pun mereka berkarier.
Yudisium kali ini juga menghadirkan cerita tentang peluang lulusan teknologi informasi menembus pasar kerja internasional. Dr Al-Khowarizmi mengungkapkan bahwa salah seorang lulusan FIKTI UMSU telah diterima bekerja di perusahaan teknologi bidang yang berkantor di Malaysia. Lulusan tersebut sebenarnya telah menyelesaikan studi pada periode pertama, tetapi mengikuti yudisium periode kedua setelah menjalani pelatihan kerja.
Kisah itu menjadi gambaran bahwa kompetensi teknologi informasi dapat membuka peluang karier melampaui batas geografis. Di tengah kebutuhan industri terhadap tenaga profesional digital, lulusan dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata.
Selain prosesi yudisium, kegiatan ini diisi dengan kuliah umum penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, M.A. Acara juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan serta pemberian penghargaan kepada sarjana berprestasi.
Pembacaan Surat Keputusan Dekan dilakukan oleh Wakil Dekan I FIKTI UMSU, Dr. Firahmi Rizky, S.Kom., M.Kom. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian, dan Internasionalisasi (RIPI) UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si., beserta pimpinan program studi, dosen, dan tenaga kependidikan.

Mewakili Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., Dr Rudianto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan. Ia berharap para sarjana dapat memanfaatkan bekal pendidikan untuk mengembangkan karier, melanjutkan studi, membangun usaha, maupun menciptakan inovasi di bidang teknologi.
Bagi 297 lulusan FIKTI UMSU, yudisium menjadi garis awal untuk memasuki babak kehidupan berikutnya. Dunia kerja menanti dengan tantangan yang semakin kompleks, sementara perkembangan kecerdasan buatan membuka peluang sekaligus persaingan baru.
Karena itu, gelar sarjana perlu diiringi kemauan untuk terus belajar. Kemampuan beradaptasi, kreativitas, komunikasi, dan integritas akan menjadi bekal penting agar para lulusan tidak sekadar mengikuti perubahan teknologi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam membentuk masa depannya.(*)










