MEDAN – Sebanyak 436 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi memulai perjalanan akademiknya melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium UMSU, Selasa (29/9/2026).
Dari 436 mahasiswa baru tersebut, sebanyak 370 mahasiswa diterima melalui jalur reguler. Sementara 56 mahasiswa lainnya berasal dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), hibah, dan jalur mandiri.
Penyambutan mahasiswa baru tidak sekadar menjadi agenda seremonial. FKIP UMSU menjadikan PKKMB sebagai momentum untuk menanamkan pemahaman awal mengenai karakter, tanggung jawab, etika, serta jati diri yang harus dimiliki mahasiswa sebagai calon pendidik.
Dekan FKIP UMSU, Assoc. Prof. Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd., mengingatkan mahasiswa baru bahwa keputusan memilih FKIP harus dibarengi dengan kesungguhan untuk mempersiapkan diri menjadi seorang guru.
Menurutnya, profesi guru bukanlah pilihan kedua atau sekadar alternatif ketika pilihan lain tidak tercapai. Menjadi guru harus lahir dari kesadaran dan panggilan hati untuk mendidik generasi masa depan.
“Menjadi guru bukan pilihan kedua. Mudah-mudahan ini adalah panggilan pertama, pilihan hati kalian masing-masing,” ujar Syamsuyurnita.
Ia menegaskan, mahasiswa FKIP tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membangun karakter dan kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik.
Karena itu, mahasiswa baru diajak memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan diri, baik melalui kegiatan akademik maupun berbagai aktivitas kemahasiswaan yang tersedia di FKIP dan UMSU.
Syamsuyurnita juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada nilai akademik. Pengalaman mengikuti organisasi, kegiatan kemahasiswaan, kompetisi, maupun aktivitas pengembangan diri dinilai penting untuk membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan adaptasi mahasiswa.
“Buktikan kita berbeda setelah berkuliah,” pesannya.Pesan lain yang menjadi perhatian utama Dekan FKIP UMSU adalah etika keguruan. Menurutnya, mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di FKIP harus mulai membiasakan diri menjaga sikap, tutur kata dan perilaku karena kelak akan menjadi contoh bagi peserta didik.
“Kita sangat menjunjung tinggi etika keguruan. Jaga sikap dan jadilah contoh yang baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang-orang yang ada di sekitar kita,” tegasnya.
Bagi FKIP UMSU, pembentukan karakter tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan calon guru. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki integritas dan mampu menempatkan diri sebagai figur yang dapat menjadi teladan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP UMSU, Dr. Hj. Dewi Kesuma Nasution, M.Hum., memberikan pembekalan mengenai berbagai hal teknis yang harus dipahami mahasiswa dalam menjalani proses akademik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Dewi menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa wajib melakukan pengisian KRS karena menjadi salah satu syarat penting dalam keberlangsungan proses pembelajaran.
Mahasiswa nantinya akan mendapatkan pendampingan dari tim biro dalam proses pengisian KRS. Mata kuliah yang ditempuh mencakup mata kuliah wajib universitas, mata kuliah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta mata kuliah yang ditetapkan masing-masing program studi.
“Seluruh mahasiswa wajib mengisi KRS karena menjadi syarat utama dalam keberlangsungan pembelajaran selama berkuliah. Kalau tidak mengisi KRS, nilai dipastikan tidak keluar,” jelas Dewi.
Selain KRS, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai kebutuhan akademik lainnya, termasuk Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta layanan akademik yang dapat diakses melalui platform my.class.umsu.ac.id.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Dekan III FKIP UMSU, Dr. Mandra Saragih, S.Pd., M.Hum., turut memberikan penguatan kepada mahasiswa baru dari sisi kemahasiswaan.
Mandra menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan kampus. Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, membangun jejaring, serta mengasah kemampuan kepemimpinan.
Ia juga mendorong mahasiswa FKIP UMSU untuk aktif mengikuti berbagai program dan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman baru selama menjalani pendidikan. Keaktifan tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan sosial dan kepemimpinan.
Pembekalan dari jajaran pimpinan FKIP UMSU tersebut menjadi bagian penting dalam PKKMB 2026. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan sistem perkuliahan dan layanan akademik, tetapi juga diarahkan untuk memahami tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar FKIP UMSU.
Dengan bekal tersebut, 436 mahasiswa baru FKIP UMSU diharapkan mampu menjalani proses pendidikan dengan penuh kesungguhan, aktif mengembangkan potensi, serta menjaga etika dan nama baik almamater.
Perjalanan mereka sebagai mahasiswa FKIP UMSU pun dimulai bukan hanya dengan target memperoleh gelar akademik, tetapi juga dengan proses panjang untuk mempersiapkan diri menjadi calon guru yang berilmu, berkarakter, beretika, dan mampu memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan.(Wira)









