MEDAN – Kemajuan perguruan tinggi tidak cukup dibangun melalui capaian akademik dan prestasi semata. Rasa memiliki, tanggung jawab, kolaborasi, dan inovasi menjadi empat pilar penting yang perlu diterapkan untuk memperkuat institusi sekaligus menyiapkan lulusan menghadapi tantangan masa depan.
Pesan tersebut merupakan pesan Rektor UMSU Prof Dr Akrim MPd yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A., saat membuka Yudisium Periode Kedua Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMSU, Rabu (21/10/2026), di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3, Medan.
Mewakili Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., Prof. Qorib menegaskan bahwa empat pilar tersebut harus menjadi landasan dalam menjalankan kepemimpinan, membangun budaya kerja, serta mengembangkan lingkungan akademik yang produktif.
Empat pilar itu meliputi sense of belonging atau rasa memiliki, sense of responsibility atau rasa tanggung jawab, sense of collaboration atau semangat kolaborasi, dan sense of innovation atau kemampuan berinovasi.
Menurutnya, rasa memiliki mendorong setiap individu menjaga dan mengembangkan institusi. Tanggung jawab memastikan setiap amanah dijalankan dengan baik, sedangkan kolaborasi dan inovasi menjadi kekuatan untuk menghadapi perubahan yang semakin kompleks.
“Empat pilar ini menjadi landasan utama bagi kita untuk menjalankan roda kepemimpinan,” demikian pesan yang ditekankan Prof. Qorib dalam pemaparannya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengembangan perguruan tinggi harus berpedoman pada Al-Qur’an dan sunah, peraturan perundang-undangan, pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ketentuan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, serta rencana induk pengembangan universitas.
Dalam konteks tersebut, visi perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai cita-cita. Visi harus diterjemahkan melalui perencanaan yang rasional, terarah, sistematis, dan didukung kerja nyata seluruh sivitas akademika.
UMSU sendiri memiliki visi menjadi perguruan tinggi unggul dalam membangun peradaban bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia berdasarkan Islam dan Kemuhammadiyahan.
Prof. Qorib turut menyoroti pentingnya pengakuan internasional sebagai bagian dari perjalanan UMSU menuju World Class University. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa dan sivitas akademika kini berada dalam ekosistem pendidikan global yang menuntut kemampuan berinteraksi, berkolaborasi, dan bersaing lintas negara.
Karena itu, kemitraan menjadi salah satu kunci untuk memperluas kesempatan belajar, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi. Ia mencontohkan bahwa karya ilmiah yang dihasilkan melalui kolaborasi dengan peneliti dari berbagai perguruan tinggi berpotensi memperluas jejaring akademik dan meningkatkan peluang memperoleh pengakuan lebih luas.
Selain kolaborasi dan internasionalisasi, Prof. Qorib menekankan sejumlah indikator penting dalam pengembangan perguruan tinggi, antara lain kelulusan tepat waktu, penyerapan lulusan oleh dunia kerja, aktivitas dan prestasi mahasiswa, rekognisi dosen, kerja sama, publikasi internasional, kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), tata kelola berintegritas, serta kesejahteraan dosen.
Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi sumber pendapatan perguruan tinggi. Menurutnya, institusi pendidikan perlu mengembangkan berbagai unit usaha, kemitraan, dan sumber pendanaan lain agar keberlanjutan keuangan tidak hanya bergantung pada uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.
Bagi para lulusan FKIP UMSU, pesan tersebut menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja dengan karakter yang kuat. Kemampuan akademik perlu diimbangi tanggung jawab, keterbukaan terhadap perubahan, serta kemauan membangun kolaborasi.
Yudisium FKIP UMSU periode kedua ini diikuti 260 mahasiswa dan turut diisi kuliah umum oleh Anggota BPH UMSU, Drs. Dalail Ahmad, M.A. Kegiatan juga dihadiri Dekan FKIP UMSU, Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Hj. Dewi Kesuma Nst., M.Hum., Wakil Dekan III Dr. Mandra Saragih, S.Pd., M.Hum., serta pimpinan program studi dan dosen.
Melalui penguatan empat pilar tersebut, UMSU diharapkan semakin mampu membangun budaya akademik yang kolaboratif dan inovatif, sekaligus melahirkan lulusan yang siap berkontribusi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.(Wira)










