Thailand 🔳 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkuat kiprah dan jejaring akademiknya di kancah global. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional, tim dosen FKIP UMSU menggelar pelatihan peningkatan kapasitas guru di Thammasat Wittaya School, Satun, Thailand Selatan, pada Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Empowering Teachers Through Deep Learning: Fostering Mindful, Meaningful, and Joyful Learning for Future-Ready Education” ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara FKIP UMSU dan Asosiasi Sekolah Islam Swasta Provinsi Satun, Thailand. Pelatihan ini diikuti oleh belasan pendidik dari berbagai sekolah swasta berbasis Islam di bawah naungan asosiasi tersebut.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Presiden Asosiasi Sekolah Islam Swasta Provinsi Satun, Dr. Abdolloh Akem. Hadir langsung mewakili pimpinan FKIP UMSU yakni Wakil Dekan III FKIP UMSU, Dr. Mandra Saragih, S.Pd., M.Hum., yang juga bertindak sebagai narasumber utama bersama dua dosen FKIP UMSU lainnya, Dr. Pirman Ginting, M.Hum., dan M. Afiv Toni Suhendra Saragih, M.Pd. Seluruh rangkaian materi disampaikan penuh dalam bahasa Inggris sebagai ruang pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) lintas negara.
Tiga Pilar Deep Learning
Sesi pemaparan materi diawali oleh Dr. Mandra Saragih, M.Hum., yang membawakan topik bertajuk “The Three Foundations of Deep Learning: Mindful, Meaningful, and Joyful Learning.”
Dalam pemaparannya, Dr. Mandra menegaskan pentingnya pergeseran paradigma pembelajaran dari sekadar pencapaian akademik berorientasi hafalan menuju pemahaman mendalam yang relevan dengan kehidupan siswa.
“Pembelajaran yang mendalam tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan materi teknis semata. Kita harus memastikan peserta didik memiliki kesadaran Penuh (mindful) dalam belajar, mampu mengaitkan pengetahuan dengan realitas kehidupan (meaningful), serta merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan (joyful),” ujar Mandra.
Ia menambahkan bahwa ketiga fondasi ini sangat krusial untuk membantu guru merancang kelas yang berpusat pada siswa (student-centered learning) agar siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Penerapan Konkret di dalam Kelas
Pada sesi kedua, Dr. Pirman Ginting, M.Hum., memaparkan materi bertema “Implementing the Deep Learning Approach in Classroom Practice.” Ia menggarisbawahi pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang mampu mentransformasikan teori ke dalam praktik pembelajaran harian.
“Penerapan *deep learning menuntut perubahan cara pandang guru secara mendasar. Guru tidak lagi menempatkan diri sebagai satu-satunya penyampai informasi, melainkan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk aktif berpikir kritis, berkolaborasi, berrefleksi, dan memecahkan masalah nyata,” jelas Pirman.
Ia juga membagikan strategi praktis bagi para guru Thailand agar dapat menyusun desain pembelajaran interaktif yang relevan dengan latar belakang budaya serta kondisi sekolah masing-masing.
Dampak dan Penguatan Kompetensi Guru
Sesi materi ditutup oleh M. Afiv Toni Suhendra Saragih, M.Pd., dengan topik “The Impact and Benefits of Deep Learning for Teachers”. Ia menyoroti bagaimana pendekatan ini berdampak positif tidak hanya pada siswa, tetapi juga pada pengembangan profesionalisme pendidik secara berkelanjutan.
“Guru perlu terus belajar dan beradaptasi dengan dinamika zaman. Pembelajaran yang mendalam memberikan ruang kepada guru untuk tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang bermakna. Hal ini secara otomatis menuntut guru untuk lebih kreatif dan transformatif,” tegas Afiv.
Sambutan Hangat dan Komitmen Kolaborasi Lanjutan
Para pendidik asal Thailand menyambut pelatihan ini dengan antusiasme tinggi. Hal itu terlihat dari aktifnya ruang diskusi dan tanya jawab terkait adaptasi model pembelajaran di kelas mereka.
Presiden Asosiasi Sekolah Islam Swasta Provinsi Satun, Dr. Abdolloh Akem, mengapresiasi kontribusi nyata dari FKIP UMSU bagi peningkatan mutu SDM pendidik di Thailand Selatan.
“Kerja sama ini memberikan manfaat yang sangat nyata dan terukur bagi para guru kami. Kolaborasi lintas negara seperti ini membuktikan bahwa sinergi antar-lembaga pendidikan Islam mampu memberikan dampak langsung pada kualitas pembelajaran. Kami berharap program ini tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut dalam bentuk riset bersama dan program akademik lainnya,” ungkap Dr. Abdolloh Akem.
Pelaksanaan PkM Internasional ini menjadi langkah strategis FKIP UMSU dalam memperkuat pengabdian berbasis Internasionalisasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, sekaligus menegaskan peran dosen UMSU dalam memberi kontribusi keilmuan tanpa sekat wilayah. (*)




