MEDAN — Ruang kelas memberikan fondasi teori, tetapi industri menghadirkan pengalaman nyata. Hal itulah yang dirasakan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) saat mengikuti Kunjungan Industri ke PT Waruna Shipyard Indonesia, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Teknik Mesin UMSU tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan diterapkan dalam lingkungan industri perkapalan.
Berkunjung ke salah satu industri galangan kapal, mahasiswa tidak hanya melihat aktivitas produksi dari dekat. Mereka juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai proses teknis, khususnya yang berkaitan dengan perawatan kapal, korosi, material, painting, scaffolding, blasting hingga manufaktur perkapalan.
Ketua Program Studi Teknik Mesin UMSU, Chandra A. Siregar, ST., MT, mengatakan kunjungan industri dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual kepada mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di kampus diterapkan untuk menjawab persoalan teknis di dunia kerja.
“Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan industri perkapalan serta melihat proses blasting pada badan kapal yang mengalami korosi akibat paparan air laut dan kondisi sekitar,” ujar Chandra.
Melihat Langsung Penanganan Korosi Kapal
Salah satu pengalaman menarik yang diperoleh mahasiswa adalah menyaksikan proses blasting pada badan kapal. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam pekerjaan perawatan kapal, terutama untuk membersihkan permukaan badan kapal dari korosi dan berbagai kontaminan sebelum memasuki tahapan pekerjaan berikutnya.
Bagi mahasiswa Teknik Mesin, proses tersebut memberikan gambaran nyata bahwa persoalan korosi pada material tidak berhenti pada pembahasan teori. Di lingkungan industri, korosi harus ditangani melalui proses yang terukur dan memperhatikan aspek teknis maupun keselamatan kerja.
Dari kunjungan tersebut, mahasiswa juga dapat melihat keterkaitan antara material yang digunakan pada kapal, kondisi lingkungan laut, metode perawatan, hingga proses pengecatan atau painting yang dilakukan untuk menjaga ketahanan struktur kapal.
“Kesempatan seperti ini penting bagi mahasiswa karena mereka dapat menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di industri,” kata Chandra.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan kompetensi di dunia kerja yang semakin dinamis.
Dari Kampus Menuju Dunia Industri
Kunjungan industri juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal budaya dan lingkungan kerja profesional. Di industri perkapalan, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan, keselamatan kerja, ketelitian, serta kemampuan memahami prosedur.
Program Studi Teknik Mesin UMSU dalam kegiatan ini turut melibatkan jajaran dosen, yakni Ahmad Marabdi Siregar, ST., MT selaku Sekretaris Prodi Teknik Mesin, serta Dr. Munawar Alfansury Siregar, Dr. Sudirman Lubis, Iqbal Tanjung, ST., MT., Sawirman, ST., MT., dan Rafsanzani Pane, ST., MT.Turut mendampingi kegiatan tersebut M. Alwi Harahap, ST. dan Panji Purnama, ST. selaku laboran Program Studi Teknik Mesin UMSU.
Dari pihak PT Waruna Shipyard Indonesia, mahasiswa mendapatkan pendampingan dan penjelasan dari Sheik Yamani, Manager Painting & Scaffolding, serta Drs. Agus Salim Sitorus, MH, Penanggung Jawab Lingkungan atau Environmental Officer.
Sheik Yamani menyambut baik kegiatan kunjungan mahasiswa Teknik Mesin UMSU tersebut. Menurutnya, interaksi langsung antara mahasiswa dan dunia industri menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan generasi muda menghadapi dunia profesional.
“PT. Waruna Shipyard Indonesia, belajar langsung dari industri memperkuat kompetensi untuk masa depan,” ujar Sheik Yamani.
Memperkuat Kompetensi Mahasiswa Teknik Mesin
Kunjungan industri ke PT Waruna Shipyard Indonesia pada akhirnya bukan sekadar agenda akademik di luar kampus. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi jembatan yang mempertemukan teori, pengalaman lapangan, dan kebutuhan industri.
Mahasiswa dapat melihat bahwa ilmu Teknik Mesin memiliki ruang aplikasi yang luas, termasuk dalam industri galangan kapal yang membutuhkan keahlian dalam bidang material, perawatan, manufaktur, pengendalian korosi, painting, hingga aspek keselamatan dan lingkungan.
Bagi Program Studi Teknik Mesin UMSU, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga membangun kompetensi praktis dan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.
Dari galangan kapal PT Waruna Shipyard Indonesia, mahasiswa membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman. Mereka mendapatkan gambaran tentang bagaimana seorang calon insinyur dan tenaga profesional Teknik Mesin dituntut untuk mampu membaca persoalan, memahami proses kerja, serta menerapkan ilmu secara tepat di lapangan.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa Teknik Mesin UMSU untuk terus mengembangkan kompetensi dan menatap masa depan dengan kesiapan yang lebih kuat.(*)




