MEDAN — Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FIKTI UMSU) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang teknologi dan inovasi digital. Dua mahasiswa Program Studi Sistem Informasi FIKTI UMSU berhasil meraih Juara 1 Medan Coding Competition & Digital Innovation 2026 dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) Medan DigiFest 2026.
Prestasi tersebut diraih oleh Keisya Naiba Sasi Kirana dan Yudha Pratama, yang tampil sebagai perwakilan FIKTI UMSU dalam kompetisi teknologi yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara bersama para mitra penyelenggara.
PQN Medan DigiFest 2026 berlangsung selama dua hari dan berakhir pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi masyarakat, pelaku usaha, mahasiswa, komunitas digital, serta generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital.
Keberhasilan mahasiswa FIKTI UMSU menjadi Juara 1 sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa di bidang teknologi informasi tidak hanya berkembang di lingkungan kampus, tetapi juga mampu bersaing dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai kalangan di Kota Medan.
Dekan FIKTI UMSU Assoc. Prof. Dr. Al – Khowarizmi, S.Kom., M.Kom menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Keisya dan Yudha menjadi bukti bahwa mahasiswa FIKTI UMSU memiliki kemampuan untuk bersaing di tengah perkembangan industri teknologi informasi yang semakin kompetitif.
“Kami merasa bangga karena mahasiswa FIKTI UMSU dapat bersaing di kalangan IT Kota Medan, bahkan dalam ajang yang berskala nasional. Terbukti dalam beberapa event perlombaan di Kota Medan, mahasiswa FIKTI UMSU berhasil masuk nominasi dan meraih juara,” ujarnya.
Ia menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang terus dilakukan FIKTI UMSU. Mahasiswa tidak hanya diarahkan memahami teori, tetapi juga didorong untuk mampu menghasilkan solusi teknologi yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Dalam kompetisi tersebut, Keisya dan Yudha mengembangkan sebuah inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Teknologi yang mereka bangun diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya dalam mencari peluang kerja serta mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis.
Inovasi tersebut menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkan mahasiswa Sistem Informasi UMSU meraih posisi tertinggi dalam Medan Coding Competition & Digital Innovation 2026.
Konsep yang ditawarkan tidak sekadar menampilkan kemampuan teknis dalam membangun aplikasi, tetapi juga menghadirkan pendekatan teknologi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Pemanfaatan kecerdasan buatan diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan pencari kerja dengan peluang yang tersedia, sekaligus membantu pelaku UMKM dalam memperoleh informasi dan membangun komunikasi yang mendukung aktivitas bisnis.
Bagi FIKTI UMSU, capaian tersebut menjadi semakin penting karena kompetisi diikuti peserta dari berbagai kalangan masyarakat Kota Medan. Artinya, mahasiswa dituntut mampu menunjukkan kemampuan teknologi sekaligus menawarkan gagasan yang relevan dan mudah diterapkan.
Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Prestasi di Medan DigiFest 2026 menambah catatan positif FIKTI UMSU dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi di bidang teknologi informasi.
Perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan memecahkan masalah, berpikir kreatif, bekerja dalam tim, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan semangat FIKTI UMSU dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri digital.
Keberhasilan Keisya dan Yudha juga memperlihatkan bahwa kompetensi mahasiswa Sistem Informasi UMSU semakin mampu diperhitungkan dalam berbagai ajang teknologi dan inovasi di tingkat daerah maupun nasional.
Dekan FIKTI UMSU berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk tidak ragu mengikuti kompetisi, mengembangkan ide, serta mengubah pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah menjadi karya nyata.
“Prestasi ini mudah-mudahan menjadi motivasi bagi mahasiswa FIKTI lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Medan DigiFest Jadi Ruang Kolaborasi Digital
Pekan QRIS Nasional Medan DigiFest 2026 sendiri menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan digitalisasi, kreativitas, inovasi, serta pemanfaatan teknologi dalam kehidupan masyarakat.
Acara secara resmi dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Waas bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Didit Widiana.
Kehadiran pemerintah daerah, Bank Indonesia, komunitas, mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong transformasi digital di Kota Medan.
Di tengah perkembangan tersebut, keberhasilan mahasiswa FIKTI UMSU menjadi Juara 1 Medan Coding Competition & Digital Innovation 2026 memberikan pesan penting: inovasi digital tidak berhenti pada kemampuan membuat aplikasi, tetapi harus mampu menghadirkan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bagi Keisya dan Yudha, kemenangan tersebut bukan hanya sebuah penghargaan. Prestasi itu menjadi pembuktian bahwa ide, kemampuan coding, kecerdasan buatan, dan semangat berinovasi mahasiswa dapat dikembangkan menjadi karya yang kompetitif sekaligus bermanfaat.
Sementara bagi FIKTI UMSU, raihan Juara 1 tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi, berinovasi, dan mengambil peran dalam perkembangan teknologi digital.
Dengan semakin banyaknya kompetisi teknologi dan inovasi, FIKTI UMSU berkomitmen terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi. Ke depan, capaian Keisya Naiba Sasi Kirana dan Yudha Pratama diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengikuti jejak yang sama dan membawa nama UMSU semakin dikenal di tingkat nasional melalui prestasi di bidang teknologi informasi.(*)




