CERDAS~Medan || Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) memperkuat komitmennya dalam perlindungan hak asasi manusia dan isu kemanusiaan. Hal ini ditunjukkan lewat partisipasi dua delegasinya dalam kegiatan Dialog dan Silaturahmi Bersama Mitra Kerja UNHCR di Restoran Sri Kandi, Medan, Selasa (27/10/2026).
Pertemuan digelar dalam rangka kunjungan kerja Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia, Adriani Wahjanto, yang hadir bersama Senior Protection Officer UNHCR Indonesia, Emily Bojovic. Forum ini mempertemukan berbagai lembaga pemerhati pengungsi, seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Universitas MBP, LBH Medan, dan Yayasan Sintesa.
Delegasi FH UMSU, Taufik Hidayat Lubis, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk bertukar pandangan sekaligus memetakan tantangan nyata di lapangan terkait keberadaan pengungsi di Kota Medan.
“Melalui dialog terbuka ini, kami bisa saling berbagi pengalaman dengan para mitra kemanusiaan. Fokus utama kami adalah mengidentifikasi peluang kolaborasi antarlembaga demi mendukung perlindungan pengungsi sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal,” ujar Taufik Hidayat Lubis saat ditemui usai kegiatan.
Taufik menambahkan, keterlibatan institusi pendidikan tinggi sangat krusial dalam merespons isu-isu kemanusiaan dan kelompok rentan.
“Bagi perguruan tinggi, khususnya Fakultas Hukum, forum ini tak sekadar silaturahmi, tetapi juga bagian dari pelaksanaan pengabdian masyarakat dan penguatan pemahaman hak asasi manusia. Sinergi antara akademisi, UNHCR, dan lembaga bantuan hukum sangat penting untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang inklusif dan aman,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, FH UMSU menegaskan kesiapannya untuk terus membangun jejaring multipihak dalam mendukung penegakan hukum dan perlindungan martabat kemanusiaan di Sumatera Utara. (*)










