MEDAN – Pendidikan kesehatan tidak cukup hanya berlangsung di ruang kuliah. Pengalaman belajar secara langsung di lingkungan pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi, keterampilan, sekaligus kepekaan terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Semangat itulah yang mengemuka dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA) antara Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UIN Sumatera Utara) dan RSU Muhammadiyah Sumatera Utara, Senin (5/10/2026), di Aula RSU Muhammadiyah Sumatera Utara.
Mengusung tema “Kolaborasi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan untuk Mewujudkan Generasi Kesehatan Masyarakat yang Unggul”, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan pendidikan akademik dengan pengalaman praktis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui MoA tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat akan mendapatkan kesempatan mengikuti Latihan Kerja Praktik (LKP)/peminatan di RSU Muhammadiyah Sumatera Utara. Sementara mahasiswa Program Studi Gizi memperoleh ruang untuk melaksanakan kegiatan magang dengan dukungan bimbingan, arahan, serta fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit.
Kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan praktik mahasiswa. FKM UIN Sumatera Utara dan RSU Muhammadiyah Sumatera Utara juga membuka ruang kolaborasi dalam penyelenggaraan kuliah pakar, dosen tamu, seminar kesehatan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu aspek penting dalam kerja sama tersebut adalah pemanfaatan data empiris mengenai berbagai persoalan kesehatan sebagai bahan penelitian dan pengembangan keilmuan. Dengan demikian, aktivitas akademik diharapkan semakin dekat dengan persoalan kesehatan yang benar-benar dihadapi masyarakat.
Direktur RSU Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. dr. M. Edy Syahputra Nasution, M.Ked(ORL-HNS)., Sp.THT-KL, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. RSU Muhammadiyah Sumatera Utara siap memberikan bimbingan dan fasilitas pelayanan kesehatan agar mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dapat belajar langsung serta memperoleh pengalaman yang nyata dan berdampak,” ungkap Dr dr Edy.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan pelayanan kesehatan dapat menjadi pengalaman berharga untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di lapangan.
Kolaborasi ini juga diharapkan menciptakan ruang interaksi yang lebih luas antara akademisi, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat. Dari interaksi tersebut, berbagai persoalan kesehatan dapat dikaji secara lebih komprehensif sekaligus melahirkan gagasan dan solusi yang relevan.
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara, Dr. Hj. Nursapia Harahap, M.A., turut hadir dalam penandatanganan kerja sama yang diikuti sekitar 40 peserta tersebut.
Bagi dunia pendidikan kesehatan, kemitraan dengan institusi pelayanan kesehatan memiliki arti penting. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu membaca persoalan, berkomunikasi dengan masyarakat, bekerja secara profesional, serta memahami dinamika pelayanan kesehatan secara nyata.
Karena itu, kerja sama FKM UIN Sumatera Utara dengan RSU Muhammadiyah Sumatera Utara diharapkan menjadi bagian dari proses membangun generasi tenaga kesehatan masyarakat yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Pada akhirnya, kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat mutu pendidikan akademik kesehatan sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan menghubungkan kampus, rumah sakit, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kerja sama tersebut diharapkan tidak sekadar menghasilkan pengalaman praktik bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat.(*)










