Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof. Dr. Akrim, M.Pd., saat membuka sidang senat Wisuda Periode II Tahun 2026 di Convention Hall Gedung Selecta, Medan, Selasa (27/10/2026).
Di hadapan 943 wisudawan dan wisudawati dari Sekolah Pascasarjana, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof Akrim mengingatkan bahwa keberhasilan tidak cukup diukur dari gelar yang disandang atau jabatan yang kelak diraih.
Menurutnya, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya terletak pada karakter, kejujuran, tanggung jawab, dan manfaat yang diberikan seseorang kepada lingkungan sekitarnya.
“Di mana pun saudara berkarya, di sekolah, di rumah sakit, di lembaga pemerintahan, di dunia usaha, di komunitas, di pusat riset, maupun di tengah-tengah masyarakat, jadilah alumni yang menghadirkan manfaat,” pesan Prof Akrim.
Ia berharap, ketika nama para alumni disebut di kemudian hari, masyarakat tidak hanya mengingat kampus tempat mereka menuntut ilmu, tetapi juga merasakan dampak positif dari karya dan pengabdian yang dilakukan.
Bagi Prof Akrim, wisuda merupakan momentum yang sarat makna. Di balik setiap nama yang dipanggil untuk menerima gelar akademik, terdapat perjalanan panjang, doa yang dipanjatkan, pengorbanan keluarga, serta kerja keras mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, ia mengajak para lulusan untuk tidak melupakan orang tua, keluarga, sahabat, guru, dosen, dan semua pihak yang telah membantu mereka mencapai keberhasilan.
Perjalanan menuju wisuda, katanya, tidak selalu mudah. Mahasiswa harus menyelesaikan tugas, menuntaskan penelitian, menghadapi berbagai ujian, dan melewati masa-masa ketika rasa lelah hampir mengalahkan semangat. Namun, ketekunan dan kemampuan bertahan membawa mereka sampai pada hari yang membahagiakan tersebut.
“Wisuda bukanlah garis akhir. Wisuda adalah garis awal memasuki ruang kehidupan yang lebih luas,” ujarnya.
Setelah meninggalkan kampus, para alumni akan menghadapi situasi yang berbeda. Tidak selalu ada dosen yang memberikan arahan atau jadwal yang mengingatkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan. Mereka harus mampu mengambil keputusan, mencari solusi, belajar kembali, dan bertanggung jawab atas pilihan sendiri.
Oleh sebab itu, Prof Akrim berpesan agar para lulusan membawa ilmu dengan kerendahan hati, menggunakan keahlian dengan penuh tanggung jawab, serta menghadapi masa depan dengan keberanian tanpa mengorbankan kejujuran demi keuntungan sesaat.
Rektor UMSU juga menyoroti perubahan global yang berlangsung semakin cepat. Kemajuan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, perubahan ekonomi, dinamika hubungan antarnegara, serta berbagai persoalan sosial telah mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, belajar, dan mengambil keputusan.
Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi lulusan perguruan tinggi. Dunia membutuhkan tenaga profesional yang kompeten, pendidik yang mampu membangun karakter, dokter yang menjunjung nilai kemanusiaan, pemimpin berintegritas, komunikator yang bertanggung jawab, serta ilmuwan yang menghasilkan pengetahuan dan inovasi.
Dalam situasi itu, Prof Akrim mengajak para lulusan mengubah cara pandang terhadap keberhasilan karier. Pertanyaan tentang pekerjaan apa yang bisa diperoleh atau setinggi apa jabatan yang dapat dicapai perlu diimbangi dengan pertanyaan yang lebih mendasar: perubahan baik apa yang bisa dihadirkan melalui ilmu yang telah dipelajari?
Bagi lulusan kedokteran dan ilmu kesehatan, kompetensi harus berjalan beriringan dengan etika, empati, dan kepedulian terhadap keselamatan pasien. Kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kemampuan klinis, tetapi juga melalui ketelitian, integritas, dan sikap manusiawi.
Sementara itu, lulusan bidang pendidikan memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pembelajaran. Mereka ikut membentuk cara berpikir, karakter, kemandirian, kreativitas, dan masa depan generasi berikutnya.
Bagi lulusan ilmu sosial dan ilmu politik, Prof Akrim menekankan pentingnya komunikasi publik yang bertanggung jawab, tata kelola yang berintegritas, serta kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Adapun lulusan magister dan doktor dituntut untuk menerjemahkan kedalaman ilmu menjadi penelitian berkualitas, pemikiran kritis, dan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata. Gelar akademik yang lebih tinggi, menurutnya, juga membawa tanggung jawab keilmuan yang semakin besar.
“Bukan hanya mengetahui lebih banyak, tetapi juga memberi kontribusi yang lebih bermanfaat,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Akrim turut memaparkan perkembangan UMSU sebagai perguruan tinggi swasta yang terus memperoleh kepercayaan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa pada 2026 UMSU menerima 6.027 mahasiswa baru. Dengan jumlah tersebut, total mahasiswa aktif UMSU mencapai 29.617 orang.
Menurut Prof Akrim, kepercayaan masyarakat yang terus diberikan setiap tahun merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi universitas untuk menjaga mutu pendidikan dan memberikan pelayanan akademik yang semakin baik.
Ia juga menyampaikan bahwa UMSU memiliki 117 mahasiswa internasional dari berbagai negara, di antaranya Pakistan, Yaman, Thailand, Kamboja, Afghanistan, Somalia, Nigeria, Malaysia, Malawi, Tanzania, Sudan, dan Amerika Serikat.
Keberadaan mahasiswa dari berbagai negara tersebut menjadi bagian dari perkembangan internasionalisasi UMSU sekaligus memperluas interaksi akademik lintas budaya di lingkungan kampus.
Prof Akrim kemudian mengungkapkan capaian pemeringkatan yang baru diterima pihak universitas pada pagi hari sebelum pelaksanaan wisuda. Berdasarkan informasi yang disampaikannya, UMSU menempati peringkat ke-14 perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan yang diumumkan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Ia menyebut posisi tersebut sebagai capaian penting di tengah persaingan 2.713 perguruan tinggi swasta yang menjadi pembanding dalam pemeringkatan tersebut. Prof Akrim juga menyampaikan bahwa UMSU berada di posisi teratas perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara dalam pemeringkatan yang dimaksud.
Selain capaian institusi, Prof Akrim mengapresiasi berbagai prestasi mahasiswa FKIK, FKIP, dan FISIP di tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional. Prestasi tersebut dinilainya sebagai bukti bahwa proses pendidikan di UMSU tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan dan potensi diri.
Ia turut menyoroti para lulusan Sekolah Pascasarjana, termasuk sejumlah doktor yang telah menempati posisi profesional di bidang hukum dan pemerintahan. Keberhasilan mereka menjadi contoh bahwa pendidikan lanjutan dapat dijalani bersamaan dengan tanggung jawab pekerjaan dan pengabdian.
Di hadapan para wisudawan, Prof Akrim juga memperkenalkan rencana pengembangan kampus terpadu UMSU yang diproyeksikan menjadi bagian penting dari masa depan universitas.
Kampus tersebut dipersiapkan untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan sekaligus menjadi lokasi pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 pada 2027 di Sumatera Utara.
Pengembangan kampus terpadu itu, menurut Prof Akrim, merupakan bagian dari upaya UMSU membangun lingkungan pendidikan yang semakin memadai dan mendukung peningkatan kualitas akademik. Ia juga menyampaikan harapan agar pengembangan fasilitas pendidikan kedokteran dapat memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat, termasuk mendukung rencana pengembangan layanan rumah sakit universitas.
Prof Akrim menegaskan bahwa berbagai pencapaian tersebut bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kerja bersama dan kepercayaan banyak pihak. Dukungan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, LLDIKTI, sivitas akademika, orang tua mahasiswa, alumni, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan UMSU.
Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada UMSU. Kepercayaan tersebut, katanya, dijalankan dengan kesungguhan agar mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dan kembali kepada keluarga dengan bekal ilmu yang bermanfaat.
Pada akhir sambutannya, Prof Akrim menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berharap gelar yang diperoleh menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih luas sekaligus awal pengabdian yang membawa kebaikan bagi masyarakat, umat, dan bangsa.
Pesan Rektor UMSU itu menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak berhenti ketika mahasiswa menerima ijazah. Keberhasilan juga tercermin ketika para alumninya mampu menjaga integritas, mengembangkan ilmu, menjawab tantangan zaman, dan menghadirkan manfaat nyata di mana pun mereka mengabdi.(Foto: Wira)









