MEDAN – Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang duduk di ruang kuliah, mengikuti pembelajaran, lalu mengejar nilai akademik. Masa perkuliahan juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, mengasah keberanian berpikir, membangun kepedulian, sekaligus menemukan peran yang dapat diberikan bagi lingkungan dan masyarakat.
Semangat itulah yang dibangun Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAPERTA UMSU) melalui kegiatan Masa Ta’aruf (MASTA) bagi mahasiswa baru FAPERTA UMSU.
Mengusung tema “Menumbuhkan Pemahaman dan Semangat Berkemajuan dalam Gerakan Muhammadiyah dan IMM”, kegiatan MASTA menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), sekaligus memahami lingkungan akademik dan organisasi di Fakultas Pertanian UMSU.
MASTA tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan sebagai ruang awal untuk menanamkan nilai-nilai Muhammadiyah, membangun keberanian berpikir kritis, memperluas wawasan, serta mendorong mahasiswa baru agar berani mengembangkan potensi dan mengambil peran di tengah kehidupan kampus maupun masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pimpinan Fakultas Pertanian UMSU. Hadir di antaranya Dekan FAPERTA UMSU Prof. Dr. Ir. Wan Arfiani Barus, M.P., Wakil Dekan I Dr. Akbar Habib, S.P., M.P., serta Wakil Dekan III Juwita Rahmadani Manik, S.P., M.Si.
Dekan Fakultas Pertanian UMSU Prof. Dr. Wan Arfiani Barus menegaskan bahwa perjalanan mahasiswa tidak cukup hanya dibangun melalui kemampuan akademik. Menurutnya, mahasiswa juga perlu memiliki karakter, kepedulian, kemampuan berorganisasi, serta keberanian untuk mengembangkan potensi diri.
“Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang belajar di dalam kelas, tetapi bagaimana mahasiswa mampu mengembangkan potensi dirinya, membangun karakter, memiliki kepedulian, dan mampu memberikan kontribusi. Karena itu, manfaatkan setiap kesempatan selama berada di Fakultas Pertanian UMSU untuk belajar, berorganisasi, dan mengembangkan diri,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan dapat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter mahasiswa. Melalui organisasi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar bekerja sama, menyampaikan gagasan, mengelola kegiatan, sekaligus memahami berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar.
Karena itu, ia mengapresiasi pelaksanaan MASTA IMM FAPERTA UMSU yang memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal Muhammadiyah dan IMM sejak awal perjalanan akademiknya.
“Kami dari Fakultas Pertanian UMSU tentu mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Saya berharap mahasiswa baru dapat mengikuti proses ini dengan baik, mengambil nilai-nilai positif yang disampaikan, dan menjadikan pengalaman berorganisasi sebagai bagian dari proses pembentukan diri,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Umum PK IMM FAPERTA UMSU Alvinskie Wira Pratama Hasibuan menyampaikan bahwa MASTA merupakan pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal nilai-nilai Muhammadiyah dan IMM secara lebih dekat.
“MASTA ini bukan sekadar kegiatan pengenalan organisasi, tetapi menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal nilai-nilai Muhammadiyah dan IMM. Kami ingin mahasiswa baru berani berpikir, berani menyampaikan gagasan, dan berani mengambil peran dalam lingkungan kampus maupun masyarakat,” ungkapnya.
Bagi IMM FAPERTA UMSU, mahasiswa baru bukan hanya peserta yang perlu diperkenalkan dengan organisasi. Mereka merupakan generasi yang diharapkan mampu melanjutkan gerakan, membawa gagasan baru, dan memberikan kontribusi sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari.
Alvinskie juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Fakultas Pertanian UMSU yang telah memberikan ruang dan dukungan terhadap aktivitas IMM di lingkungan fakultas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Fakultas Pertanian UMSU yang terus memberikan ruang dan dukungan kepada IMM untuk berproses dan melaksanakan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Dukungan dari fakultas tentu menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan akademik yang tidak hanya mendorong prestasi, tetapi juga membentuk mahasiswa yang aktif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” tuturnya.
Ia mengajak mahasiswa baru untuk tidak menjadikan masa kuliah hanya sebagai rutinitas akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman, mengenali persoalan, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam mencari solusi.
“Jangan takut untuk berproses. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang hadir di ruang kelas, tetapi jadilah mahasiswa yang mampu melihat persoalan dan berani mengambil bagian dalam menyelesaikannya. Karena jangan lihat siapa yang berbicara, tetapi lihatlah apa yang dibicarakan. Dari MASTA inilah kita mulai mengenal, memahami, dan kemudian bergerak bersama,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari semangat MASTA IMM FAPERTA UMSU. Sebab, nilai berkemajuan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi perlu diwujudkan melalui keberanian untuk belajar, berpikir, bergerak, dan memberikan manfaat.
Melalui MASTA, PK IMM FAPERTA UMSU berharap mahasiswa baru dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai langkah awal untuk mengenal Muhammadiyah dan IMM sekaligus membuka ruang yang lebih luas untuk belajar, berorganisasi, berinovasi, dan membangun kepedulian sosial.
Pada akhirnya, perjalanan menjadi mahasiswa bukan semata tentang seberapa tinggi capaian akademik yang diraih, tetapi juga tentang bagaimana ilmu, pengalaman, dan organisasi dapat membentuk pribadi yang mampu memberikan kontribusi.
Dari lingkungan Fakultas Pertanian UMSU, semangat itu diharapkan terus tumbuh. Mahasiswa baru didorong untuk menjadi generasi yang unggul dalam keilmuan, kuat dalam karakter, berani menyampaikan gagasan, serta memiliki kepedulian untuk mengambil bagian dalam berbagai persoalan di tengah masyarakat.(*)










