MEDAN – Mengasah kemampuan hukum tidak cukup hanya melalui perkuliahan di ruang kelas. Dibutuhkan keberanian untuk menguji gagasan, ketekunan melakukan penelitian, serta kemampuan mempertahankan argumentasi di hadapan orang lain. Semangat itulah yang dibawa tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) saat bersiap mengikuti Andalas Law Competition (ALCOM) 2026 di Universitas Andalas, Sumatera Barat.
Ketiga mahasiswa tersebut akan berkompetisi dalam cabang Kompetisi Karya Ilmiah (KTI), salah satu kategori yang menuntut ketajaman analisis, kedalaman kajian, dan kemampuan menyusun argumentasi hukum secara sistematis. Mereka akan membawa nama FH UMSU dalam kompetisi hukum tingkat nasional yang memperebutkan Piala Bergilir Prof. Dr. Saldi Isra.
Adapun mahasiswa yang mewakili FH UMSU adalah Maulana Jd Altito Pohan, mahasiswa semester VII; Trijaya Prakoso, mahasiswa semester V; dan Mutia Afwani, mahasiswa semester III. Ketiganya merupakan anggota Komunitas Debat Hukum (KDH) FH UMSU, sebuah wadah mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, dan mendalami berbagai persoalan hukum.
Sebelum mengikuti kompetisi, ketiganya dilepas oleh jajaran pimpinan FH UMSU. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FH UMSU Dr. Zainuddin, S.H., M.H., Wakil Dekan I Dr. Benito Ashide Kodiyat, S.H., M.H., serta Wakil Dekan III Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H.
Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bagian dari dukungan terhadap mahasiswa yang berupaya mengembangkan kapasitas akademik melalui kompetisi. Kesempatan ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat berlangsung dalam berbagai ruang, termasuk melalui penelitian, diskusi ilmiah, dan pertemuan dengan mahasiswa dari kampus lain.
Dalam kompetisi karya ilmiah, mahasiswa ditantang untuk melihat persoalan hukum secara lebih mendalam. Mereka harus mampu mengidentifikasi masalah, menelusuri dasar hukum yang relevan, mengolah berbagai sumber, kemudian menyusun kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Proses tersebut membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan kemampuan membangun hubungan antara teori hukum dengan kenyataan di masyarakat.
Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa hukum. Kemampuan membaca peraturan perundang-undangan perlu diimbangi dengan kecakapan menafsirkan persoalan, memahami konteks sosial, serta merumuskan solusi berdasarkan argumentasi yang kuat. Kompetisi ilmiah menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan tersebut di luar lingkungan kampusnya sendiri.
Bagi KDH FH UMSU, keikutsertaan tiga anggotanya dalam ALCOM 2026 juga memperlihatkan luasnya ruang pengembangan yang dapat diakses mahasiswa. Komunitas ini tidak hanya berkaitan dengan latihan debat dan penyampaian argumentasi secara lisan, tetapi juga menjadi tempat untuk memperdalam kajian hukum dan mengembangkan keterampilan menulis karya ilmiah.
Menariknya, ketiga peserta berasal dari semester yang berbeda. Maulana yang berada di semester VII, Trijaya di semester V, dan Mutia di semester III membawa pengalaman belajar dengan tahapan yang tidak sama. Keikutsertaan mereka memperlihatkan bahwa kesempatan mengembangkan kemampuan akademik terbuka bagi mahasiswa di berbagai jenjang perkuliahan.
Dukungan Dekanat FH UMSU terhadap partisipasi mahasiswa dalam kompetisi nasional merupakan bagian dari upaya mendorong budaya akademik yang aktif. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami materi perkuliahan, tetapi juga terbiasa mengembangkan gagasan, melakukan riset, menyampaikan pendapat berdasarkan data, dan terbuka terhadap perspektif yang berbeda.
Selain menguji kualitas karya ilmiah, Andalas Law Competition 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring akademik. Interaksi dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dapat mempertemukan beragam sudut pandang mengenai persoalan hukum, sekaligus memberikan pengalaman baru dalam menghadapi tantangan akademik.
Perjalanan menuju Universitas Andalas pun menjadi lebih dari sekadar agenda perlombaan. Bagi ketiga mahasiswa FH UMSU tersebut, kompetisi merupakan kesempatan untuk membawa hasil pembelajaran ke ruang yang lebih luas, mengukur kemampuan diri, dan memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk pengembangan akademik berikutnya.
FH UMSU berharap Maulana Jd Altito Pohan, Trijaya Prakoso, dan Mutia Afwani dapat mengikuti kompetisi dengan memberikan kemampuan terbaik, menjaga sportivitas, serta menjunjung tinggi integritas akademik. Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus mendorong mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi melalui kegiatan ilmiah dan kompetisi di tingkat nasional.
Pada akhirnya, capaian dalam sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir. Proses menyusun gagasan, menguji argumentasi, dan mempertanggungjawabkan pemikiran secara ilmiah juga menjadi bagian dari pembelajaran. Dari proses itulah mahasiswa FH UMSU diharapkan tumbuh menjadi insan hukum yang kritis, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan hukum serta masyarakat.(*)









