CERDAS || Amanat ideologis dan kebangsaan menjadi bagian penting dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 2026. Di hadapan 6.027 mahasiswa baru, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengajak generasi muda memanfaatkan pendidikan sebagai bekal untuk membangun masa depan bangsa.
Haedar Nashir menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri PKKMB UMSU, Senin (28/9). Ia mengawali amanatnya dengan menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang kembali hadir di UMSU.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan jajaran kepolisian atas dukungan terhadap Muhammadiyah, termasuk dalam persiapan pembangunan gedung Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara.
Menurut Haedar, dukungan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa. Muhammadiyah, kata dia, akan terus mengambil bagian dalam membangun kehidupan kebangsaan sekaligus mendorong kemajuan peradaban Indonesia.
Pesan kemudian diarahkan kepada ribuan mahasiswa baru yang baru memulai perjalanan akademiknya.
Haedar berpesan agar mahasiswa bangga menjadi bagian dari UMSU dan memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan diri. Menurutnya, iman dan ilmu harus menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menatap masa depan.
“Menuntut ilmu harus menjadi tujuan dasar kita semua,” pesan Haedar.
Ia menjelaskan, proses pendidikan di perguruan tinggi tidak semata-mata bertujuan memperoleh pengetahuan akademik. Lebih dari itu, kehidupan kampus merupakan ruang untuk belajar memahami kehidupan, membangun akhlak, memperkuat karakter, mengembangkan kedewasaan, serta belajar menghargai perbedaan.
Karena itu, Haedar mengajak mahasiswa menjadikan UMSU sebagai tempat untuk mempersiapkan diri menjadi pelaku perubahan. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penerima perubahan, tetapi perlu membangun kemampuan dan keberanian untuk turut menentukan arah masa depan bangsa.
Menurutnya, masa depan Indonesia tidak dapat hanya disandarkan kepada pihak lain. Kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang memiliki kemandirian, etos belajar dan kemauan untuk memberikan kontribusi nyata.
“Pendidikan adalah pilar strategis dalam membangun peradaban bangsa secara bertahap (thabaqan ‘an thabaq). Belajarlah dari bangsa-bangsa maju di dunia yang bangkit melalui etos belajar dan kemandirian. Jangan pernah menyandarkan masa depan kepada orang lain, karena perubahan nasib bangsa ada di tangan kalian sebagai pelaku perubahan menuju Indonesia Emas,” tegas Prof. Haedar.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas. Pendidikan, menurut Haedar, harus melahirkan manusia yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga memiliki karakter, kemandirian dan kesadaran untuk berkontribusi bagi masyarakat.
PKKMB UMSU, Awal Perjalanan 6.027 Mahasiswa Baru
PKKMB UMSU 2026 diikuti sebanyak 6.027 mahasiswa baru. Mengusung tema “Satu Klik Sejuta Dampak”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika kehidupan perguruan tinggi.
Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini.
Selain Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., hadir Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Ketua PWM Sumatera Utara Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, M.A., dan Ketua PWA Sumatera Utara Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag.
Hadir pula Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP., Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, jajaran Wakil Rektor UMSU, pimpinan fakultas, pengurus Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, serta para tamu undangan.
Bagi ribuan mahasiswa baru tersebut, PKKMB bukan hanya menjadi pintu masuk untuk mengenal kehidupan kampus. Lebih jauh, momentum ini menjadi awal perjalanan untuk membangun kapasitas diri sebagai insan akademik sekaligus bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia.
Pesan Haedar Nashir pun menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju masa depan bangsa dimulai dari proses belajar hari ini—dengan iman, ilmu, karakter dan kemandirian sebagai bekal. (*)










