MEDAN – Raja Muda Perlis, Duli Yang Teramat Mulia (DYTM) Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail, menutup Konferensi Internasional NEXT-D 2026 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Minggu (13/9/2026).
Konferensi bertema “Transforming the Digital Landscape with Emerging Technologies” tersebut berlangsung selama dua hari di Auditorium UMSU, Jalan Kapten Muchtar Basri, Medan. Forum internasional ini mempertemukan sekitar 200 pakar, akademisi, peneliti, dan pelaku industri dari berbagai negara Asia, di antaranya Korea, India, Arab Saudi, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Dalam pidato penutup, Raja Muda Perlis menegaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), harus berjalan seiring dengan nilai etika dan moral. Teknologi tidak cukup hanya menghasilkan inovasi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Teknologi harus memberikan manfaat. Pembangunan AI harus dipandu oleh nilai etika dan moral. Pada saat yang sama, peluang-peluang ekonomi harus dibuka,” titahnya.
Menurut Raja Muda Perlis, NEXT-D 2026 telah membuka ruang pertemuan antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan nilai tambah, inovasi, serta dampak yang dapat dirasakan secara langsung.
Ia juga berharap NEXT-D dapat terus dikembangkan sebagai forum internasional untuk memperkuat kepakaran, menghasilkan pengetahuan baru, dan mendorong inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Raja Muda Perlis: UMSU Bagian dari Perjalanan Akademik
Kehadiran Tuanku Syed Faizuddin memiliki makna tersendiri bagi UMSU. Raja Muda Perlis merupakan alumni UMSU dan penerima gelar doktor kehormatan dari universitas tersebut.
Didampingi DYTM Puan Muda Perlis, Tuanku Dr. Hajah Lailatul Shahreen Akashah Khalil, dan puteri kedua, YAM Hajah Sharifah Farah Adriana Jamalullail, Raja Muda Perlis mengungkapkan rasa syukur dapat kembali hadir di kampus UMSU.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. dan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP. yang terus menyebutnya sebagai bagian dari keluarga besar UMSU.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kita dapat bersama-sama di sini. Saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Akrim dan Prof. Agussani yang senantiasa menyebut saya sebagai alumni. Terima kasih, UMSU,” titahnya.
UMSU Dorong Kolaborasi Indonesia-Malaysia
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya NEXT-D 2026 selama dua hari dengan rangkaian agenda yang padat dan produktif.
“Alhamdulillah, setelah konferensi selama dua hari yang padat dan produktif, kita semua masih tetap bersemangat pada penutupan ini. Apalagi dengan kehadiran DYTM Tuanku Raja Muda dan Raja Puan Muda Perlis,” ujar Prof. Akrim.
Ia menegaskan, NEXT-D 2026 bukan sekadar forum akademik, tetapi menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, pengalaman, sekaligus membangun jejaring kolaborasi.
Namun, menurut Prof. Akrim, keberhasilan konferensi tidak hanya diukur dari diskusi selama kegiatan berlangsung. Hal yang lebih penting adalah tindak lanjut konkret setelah konferensi berakhir.
“Konferensi ini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman. Namun, hal terpenting bukan hanya diskusi yang berlangsung hari ini, melainkan hasil yang ditindaklanjuti setelah konferensi ini berakhir,” katanya.
Prof. Akrim menambahkan, penyelenggaraan NEXT-D turut memperkuat hubungan pendidikan dan penelitian antara Indonesia dan Malaysia. Kerja sama tersebut selama ini telah berkembang melalui berbagai program akademik, Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan kembali Raja Muda Perlis ke UMSU. Hubungan tersebut diharapkan semakin memperkuat jejaring internasional UMSU, terlebih Tuanku Syed Faizuddin sebelumnya telah menerima gelar doktor kehormatan dari UMSU dan direncanakan dikukuhkan sebagai counselor di Universiti Muhammadiyah Malaysia.
NEXT-D 2026 Jadi Awal Kolaborasi Baru
Pengurus Eksekutif Faizuddin Centre of Educational Excellence (FCoEE), Prof. Emeritus Datuk Dr. Kamarudin Hussin, menegaskan bahwa berakhirnya konferensi bukan berarti berakhir pula kolaborasi yang telah dibangun.
“Kolaborasi yang kita bangun harus terus berlanjut. Semoga NEXT-D memberikan banyak manfaat bagi Indonesia dan Malaysia. Terima kasih atas kebersamaan yang telah terbangun,” ujarnya.
Menurutnya, jejaring antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan lembaga penelitian perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut juga penting untuk memberikan ruang lebih luas kepada peneliti muda dalam menghasilkan inovasi.
“Hari ini bukan sekadar sebuah noktah, tetapi merupakan permulaan perjalanan yang lebih bermakna, khususnya bagi para penyelidik dan peneliti muda dalam berinovasi. Semoga jalinan yang kita bangun terus berkembang bersama universitas, industri, dan dunia akademik,” katanya.
Rangkaian penutupan NEXT-D 2026 turut diisi dengan pengumuman Best Paper. Juara pertama diraih Martiano, S.Pd., S.Kom., M.Kom. dari UMSU, juara kedua Aulia Ukhtin dari Deztron, dan juara ketiga Darren Peter dari Universiti Tunku Abdul Rahman.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada Raja Muda Perlis oleh Prof. Emeritus Datuk Ts. Dr. Kamarudin bin Hussin serta penyerahan sertifikat kepada Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. oleh Raja Muda Perlis.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Konsul Jenderal Malaysia di Medan Shahril Nizam Abdul Malek, Menteri Besar Perlis Abu Bakar Hamzah, Setiausaha YB Dato’ Noor Azman bin Abdul Rahman, Rektor Universitas Deztron Indonesia (UDI) Prof. Adjunct. Dr. Marniati, S.E., M.Kes., para Wakil Rektor UMSU, BPH UMSU, dosen, serta pimpinan fakultas.
Melalui NEXT-D 2026, UMSU tidak hanya menjadi tuan rumah konferensi internasional, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai ruang bertemunya pendidikan, riset, teknologi, industri, dan kolaborasi internasional. Pesan Raja Muda Perlis menjadi penegasan bahwa kemajuan teknologi akan semakin bermakna ketika diarahkan untuk kepentingan manusia, membuka peluang ekonomi, dan tetap berpijak pada etika serta moral.(*)




