MEDAN – Tantangan lulusan perguruan tinggi tidak berhenti setelah memperoleh gelar sarjana. Persaingan mendapatkan pekerjaan, tuntutan peningkatan kompetensi, hingga perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi hal yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Teknik (FATEK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Assoc. Prof. Ir. Ade Faisal, S.T., M.Sc., Ph.D., kepada 339 lulusan yang mengikuti yudisium periode kedua di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3, Medan, Rabu (21/10/2026).
Menurut Ade Faisal, kelulusan merupakan awal dari perjalanan baru yang menghadirkan tantangan berbeda. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, para sarjana harus mulai mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, melamar pekerjaan, membangun karier, dan membuktikan kompetensi yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Ia menekankan pentingnya keyakinan diri bagi setiap lulusan dalam menghadapi persaingan. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan sesuatu yang harus dihargai dan dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan serta meraih masa depan yang lebih baik.
“Yakinkan diri Anda, tidak semua orang memiliki kesempatan seperti Anda,” pesannya kepada para peserta yudisium.
Pesan tersebut menjadi dorongan agar para lulusan tidak merasa rendah diri ketika menghadapi persaingan. Sebaliknya, mereka perlu mengenali potensi, memperkuat keahlian, dan berani mengambil peluang yang tersedia.
Ade Faisal juga mengingatkan bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan dalam dunia profesional. Lulusan perlu terus belajar dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang berubah seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah penggunaan AI. Teknologi ini membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, termasuk dalam berbagai bidang pekerjaan teknik. Namun, pemanfaatannya harus disertai pemahaman dan tanggung jawab.
Menurutnya, para lulusan tidak cukup hanya mengikuti tren penggunaan AI, tetapi juga harus memahami dampaknya terhadap cara manusia bekerja, berpikir, dan mengambil keputusan.
AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian manusia. Karena itu, kemampuan menganalisis persoalan, menilai informasi, serta menentukan solusi tetap menjadi kompetensi penting yang harus dipertahankan.
Bagi lulusan teknik, penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memecahkan masalah dan beradaptasi. Perpaduan kompetensi teknis, kreativitas, serta tanggung jawab profesional akan membantu mereka menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Yudisium periode kedua FATEK UMSU diikuti 339 lulusan, terdiri atas 74 lulusan Teknik Elektro, 99 lulusan Teknik Mesin, dan 166 lulusan Teknik Sipil.
Melalui pesan tersebut, Ade Faisal berharap para lulusan mampu memandang kelulusan sebagai titik awal untuk terus berkembang. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja yang kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, menciptakan peluang, dan memberikan kontribusi melalui ilmu teknik yang telah dipelajari.(*)










