MEDAN – Pertemuan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FISIP UMSU) dengan mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM) menjadi ruang bertukar cerita, pengalaman, dan wawasan tentang kehidupan kampus.
Kunjungan rombongan UUM ke FISIP UMSU, Kamis (8/10/2026), tidak sekadar menjadi agenda kunjungan akademik. Belasan mahasiswa UUM dari berbagai program studi berbaur dengan mahasiswa FISIP UMSU, khususnya mahasiswa Kelas Internasional Program Studi Ilmu Komunikasi, dalam kegiatan Sharing Session yang digelar di Aula Gedung FISIP UMSU.
Rombongan UUM didampingi dua dosen, Dr. Nurul Rezuana Binti Buyung dan Prof. Madya Ts. Dr. Nurul Azita Binti Salleh. Keduanya mengapresiasi kesempatan bertemu langsung dengan sivitas akademika FISIP UMSU dan melihat interaksi mahasiswa dari dua negara berlangsung secara terbuka dan akrab.
“Kami amat berbesar hati dapat bersama-sama hadir di UMSU dan bertemu dengan mahasiswa FISIP. Kami sangat gembira dapat berkongsi pengalaman dan berdiskusi bersama mahasiswa di sini. Semoga pertemuan ini dapat memberikan pengalaman baharu kepada mahasiswa kami dan juga mahasiswa UMSU,” ungkapnya.
Menurut mereka, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari pendampingan mahasiswa UUM selama mengikuti rangkaian kegiatan di UMSU. Interaksi langsung dengan mahasiswa dari negara lain dinilai penting karena memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai kehidupan akademik, budaya kampus, dan aktivitas kemahasiswaan.
Kunjungan tersebut diterima Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP UMSU Dr. Abrar Adhani, S.Sos., M.I.Kom., didampingi Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Dr. Faizal Hamzah Lubis, S.Sos., M.I.Kom., serta dosen FISIP UMSU Riswanda Imawan, S.IP., M.HI., dan Rafieqah Nalar Rizky, S.Sos.
Sharing Session dikemas secara santai dan interaktif. Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa FISIP UMSU dan UUM, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan pengalaman selama menjalani perkuliahan di masing-masing universitas.
Dari sesi tersebut, percakapan berkembang pada berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan. Mahasiswa saling berbagi cerita tentang kegiatan gotong royong, program pertukaran pelajar, organisasi mahasiswa hingga berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari pengalaman mereka selama berada di lingkungan kampus.
Pertukaran cerita tersebut membuat mahasiswa tidak hanya mengenal sistem dan aktivitas perkuliahan di kampus lain, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai budaya akademik dan kehidupan mahasiswa di Malaysia dan Indonesia.
Dr. Abrar Adhani mengatakan, kegiatan berbagi pengalaman antarmahasiswa perlu dikemas dengan cara yang menyenangkan agar komunikasi dapat berlangsung lebih terbuka.
“Sharing session ini harus kita laksanakan dengan riang gembira. Dengan suasana yang santai dan menyenangkan, adik-adik mahasiswa akan lebih nyaman untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan saling mengenal satu sama lain,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan mahasiswa FISIP UMSU dan UUM tidak berhenti pada kegiatan berbagi pengalaman, tetapi berkembang menjadi hubungan yang lebih luas melalui kolaborasi akademik maupun kemahasiswaan.
“Kita berharap dari pertemuan ini lahir hubungan yang semakin erat antara mahasiswa FISIP UMSU dan UUM. Mudah-mudahan ke depan ada lebih banyak ruang untuk kolaborasi dan pertukaran pengalaman,” tambahnya.
Bagi mahasiswa, pertemuan lintas negara seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda dari aktivitas perkuliahan di dalam kelas. Mereka dapat berkomunikasi secara langsung dengan mahasiswa dari universitas lain, mengenal budaya kampus yang berbeda, sekaligus membangun jejaring persahabatan.
UUM merupakan salah satu perguruan tinggi di Malaysia yang berada di Sintok, Kedah. Universitas ini dikenal dengan julukan “Campus in the Forest” karena kawasan kampusnya yang luas dan dipenuhi pepohonan. UUM memiliki bidang keilmuan yang beragam, antara lain manajemen, bisnis, ekonomi, hukum, teknologi informasi, dan komunikasi.
Pertemuan FISIP UMSU dan UUM memperlihatkan bahwa pertukaran pengalaman mahasiswa dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan hubungan perguruan tinggi di tingkat internasional. Dari percakapan sederhana tentang aktivitas kampus, tumbuh kesempatan untuk saling memahami, memperluas jejaring, dan membuka peluang kerja sama pada masa mendatang.
Kegiatan kemudian ditutup dengan interaksi antarmahasiswa yang berlangsung aktif. Pertemuan tersebut meninggalkan pengalaman baru bagi mahasiswa FISIP UMSU dan UUM sekaligus memperkuat semangat internasionalisasi pendidikan melalui hubungan antarmahasiswa dan perguruan tinggi.(*)










